BER-IMM UNTUK SIAPA?

0
82

“Tidakkah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”. Berikut adalah firman Allah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56. Kalimat mulia yang disampaikan oleh Allah melalui manusia pilihanNya yaitu baginda Nabi Muhammad saw memiliki makna yang sangat fundamental dalam praktik muamalah manusia pada umumnya. Manusia diciptakan tentu akan dibersamai tujuan yang akan selalu melekat pada setiap langkah dan perjalanan hidupnya. Tujuan ini yang akan selalu mengarahkan dan membimbing agar manusia benar-benar sampai pada tujuan yang disepakati olehnya dan Tuhannya.

Makna ayat yang sudah disampaikan sebelumnya memberikan penjelasan secara gamblang terkait tujuan manusia diciptakan. Manusia awam yang berbekal ilmu agama seadanya dapat membaca bahwa ayat tersebut memberikan pemahaman bahwa manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Sang Pencipta. Ibadah sendiri merupakan bentuk penghambaan seorang makhluk terhadap Allah swt yang dapat diinterpretasikan dengan berbagai bentuk amalan. Salah satu amalan tersebut adalah berorganisasi.

Muhammadiyah sebagai gerakan dengan basis massa yang besar memiliki perwakilan dakwah di kalangan mahasiswa, yaitu sebuah organisasi otonom yang disebut dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Tanpa perlu dijelaskan panjang lebar, ketika pembaca literatur ini adalah Immawan dan Immawati tentu sudah paham seluk beluk dari IMM. Organisasi pasti memiliki berbagai macam tawaran kebermanfaatan terhadap pelaku-pelakunya. Seperti relasi yang banyak, pengalaman public speaking, keterampilan administrasi, manajemen waktu dan lain-lain. Semuanya didapatkan dengan cara bertahap atau didapatkan secara langsung tanpa menunggu waktu yang lama. Tidak mengherankan ketika banyak dari mahasiswa yang mengorbankan studinya demi aktif dalam organisasi-organisasi yang dijalaninya seperti IMM.

Ketika kita komparasikan tujuan-tujuan berorganisasi yang sudah kita sebutkan (bersifat duniawi) sebagian dengan tujuan manusia di awal paragraph (bersifat ukhrowi). Kelihatannya kedua tujuan tersebut berdampingan. Namun pada praktiknya, kita tak jarang melupakan tujuan kita ber-IMM itu sebenarnya untuk beribadah kepada Allah swt. Ber-IMM adalah salah satu jalan bagi kita untuk mengabdikan diri kepada Sang Pencipta. Melakukan segala hal yang berkaitan dengan organisasi tidak lain hanya untuk mencari ridho Allah.

Namun membangun niatan seperti itu merupakan perkara yang tidak mudah. Secara tidak kita sadari, kita sering terjebak dalam harapan-harapan yang berkiatan dengan eksistensi kita di dunia. Sehingga kita terlupa memposisikan Tuhan sebagaimana mestinya. Padahal apa yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya. Niat yang melenceng dari jalur akan menjadi bumerang bagi kita, karena dengan amalan yang kita lakukan di IMM dengan maksud berjuang dan mencari ridho Allah tergeser oleh maksud-maksud duniawi yang sifatnya merupakan nilai tambahan bukan tujuan utama. Sehingga kita akan digolongkan bersama orang-orang yang riya’.

Maka dari itu, meluruskan niat dalam berorganisasi adalah PR besar bagi immawan dan immawati yang memilih berjuang dengan jalan organisasi IMM. Sesuatu yang sederhana jika tidak segera dibenahi akan menjadi sesuatu yang rumit. Ingatlah! Bahwa kita hidup semata-mata untuk beribadah dan mencari ridho Allah swt. Bekal itu yang akan memberikan makna kehidupan yang sesungguhnya. Semoga kita selalu berada pada lindungan dan hidayah-Nya.

Sidik Nugroho, merupakan ketua umum PK IMM AR Sutan Mansur periode 2018-2019.

 

Penyunting: Nad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here