#KultumVirtual | Bijak Menggunakan Media Sosial

0
411
Sholeh Ade Cahyadi / IMM BSKM

Penulis Arif S. Susanto

Media sosial sudah menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia di era modern ini. Setiap orang bebas berbagi informasi tentang apapun. Dengan smartphone yang semakin canggih setiap orang lebih mudah menggunakan media sosial. Hal tersebut membuat pengguna media sosial di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan jumlah pengguna media sosial di Indonesia ini sangatlah wajar karena pengguna internet di Indonesia terus bertambah secara signifikan. Dikutip dari Kompas.com, Asosiasi Penyelengara Jaringan Internet Indonesia menemukan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 132, 7 juta orang sepanjang tahun 2016. Padahal, survei pada tahun 2014 lalu pengguna internet di Indonesia hanya 88 juta orang. Dari data diatas sebagian besar masyarakat Indonesia mengakses internet dengan smartphone.

Tentu saja dari jumlah pengguna internet yang sangat besar di Indonesia, banyak yang merupakan seorang muslim. Sebagai seorang muslim menggunakan internet bisa jadi ladang amal ataupun bisa menjerumuskan pada dosa. Penggunaan internet khususnya media sosial bisa sangat memeengaruhi perilaku dan kehidupan sebagai seorang muslim. Umat muslim saat ini sudah tidak asing dengan media sosial seperti Twitter, Line, Instagram, WhatsApp, Facebook, WeChat dan lain sebagainya. Bukan tidak mungkin penggunaan media sosial yang berlebihan justru bisa menjerumuskan pada dosa karena melakukan tindakan yang tidak bertangungjawab seperti menyebarkan berita bohong ataupun fitnah.

Sadar atau tidak, saat ini pengguna media sosial tidak hanya jadi konsumen informasi. Pengguna media sosial saat ini sudah menjadi produsen informasi yang tidak hanya bisa dilihat oleh orang Indonesia saja namun seluruh pengguna internet di seluruh dunia. Kedua fungsi pengguna media sosial ini bisa jadi tantangan khususnya di bulan ramadan. Bulan Ramadan 1438 H ini datang tepat setelah terjadi pertarungan panas di media sosial terkait Pilkada DKI 2017. Sudah selayaknya sebagai kaum muslim lebih bijak menangapi provokasi-provokasi yang dilakukan di media sosial. Berikut berbagai hal yang bisa jadi acuan untuk bijak menggunakan sosial media di bulan Ramadan.

Pertama yakni berhati-hati saat membagikan informasi. Aktivitas yang sering dilakukan di media sosial adalah berbagi informasi. Membagikan informasi sah-sah saja asalkan informasi yang kita bagikan jelas sumbernya dan bisa dipertangungjawabkan. Allah berfirman dalam Al-qur’an “…sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (QS Az-Zumar: 17-18). Ayat diatas bisa menjadi inspirasi dalam membagikan informasi di media sosial.

Kedua, memanfaatkan media sosial untuk kebaikan. Media sosial sebenarnya punya banyak manfaat khususnya dalam berdakwah. Banyaknya umat Islam yang menggunakan media sosial bisa jadi ladang dakwah yang sangat efektif dan efisien. Apalagi dengan berkurangnya penguasaan informasi oleh media mainstream di era digital, jalan dakwah di media sosial memliki peluang yang sangat besar. Berdakwah melalui media sosial bisa dimulai dengan memperbanyak postingan bermanfaat selama puasa seperti kutipan ayat-ayat Al Qur’an ataupun hadist dan sunnah Nabi SAW.

Ketiga, ingat waktu saat menggunakan media sosial. Menggunakan media sosial tak bisa dipungkiri menyita waktu kita. Banyak orang menggunakan media sosial mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Berlebihan menggunakan media sosial bisa membuat banyak hal terabaikan seperti membaca Al Qur’an dan sebagainya. Oleh karena itu, jangan sampai berlebihan dalam menggunakan media sosial.

Gunakanlah media sosial secara wajar dan jangan sampai mengangu ibadah kita saat di bulan puasa. Di bulan Ramadan ini sebaiknya kita mengurangi menggunakan media sosial dengan lebih banyak membaca Al Qur’an. Membaca Al Qur’an sesungguhnya merupakan media sosial kita kepada Allah.

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.

*Arif Setyabudi Santoso, merupakan Alumni PK IMM Ahmad Badawi yang saat ini bekerja sebagai Social Media Officer Tribunnews Network dan Freelance Writer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here