Birrul Walidain

0
78

Assalamu’alaikum warahmatullaah wabarakaatuh, ba’da salam semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Alhamdulillaah, masih berjumpa dengan ramadhan tahun ini, semoga selalu diberi kelancaran dalam beribadah di bulan suci ini. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

Bagaimana ibadah kita sampai saat ini? Apakah sudah merasa cukup? Tentu tidak, kan? Yuk mari bersama beribadah untuk memeroleh ridho-Nya. Berbicara mengenai ridho pasti sering mendengar kalimat “ridho Allah tergantung ridho orang tua” kan? Dalam kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas mengenai peranan anak atau generasi muda dalam berbakti kepada orang tua. Hal ini tentu saja sebagai ikhtiar kita bersama untuk meraih ridho-Nya. Mengapa ya peran anak berbakti kepada orang tua hingga saat ini dianggap sesuatu yang sangat vital? Setidaknya ada 3 alasan yang mendasari: (1) Tentang anak atau generasi muda itu sendiri, dimana anak atau generasi muda menduduki ranking teratas dalam komposisi jumlah penduduk di Indonesia. Oleh karena itu peranan anak atau generasi muda dalam berbakti kepada kedua orang tua sangatlah penting dan mendasar, (2) Tentang sejarah; dimana generasi muda selalu menjadi sentral terhadap perubahan, dan (3) Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban seorang anak.

Mengingat pentingnya berbirul walidain, lalu apa saja sih yang hendaknya diketahui dan  dilaksanakan seorang anak? Sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) aspek yang harus diketahui dan dilaksanakan:

  • Aspek pengetahuan. Artinya seorang anak atau generasi muda hendaknya tahu dan mengerti apa itu berbakti dan bagaimana caranya berbakti. Jangan sampai ketidaktahuan mereka menjadikan mereka bersikap tidak baik atau bahkan durhaka pada kedua orang tuanya, naudzubillaahimindzalik.

Mula senadyan to bocah ayune kaya Shinta baguse kaya Raden Arjuna tetep kudu bhakti marang Rama lan Biyunge

Seperti firman Allah SWT dalam QS. Al Isra’:23 yang artinya:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

  • Aspek sikap. Artinya seorang anak atau generasi muda hendaknya menyadari pentingnya berbakti dengan rasa tulus dan ikhlas. Disebutkan juga dalam hadits yang artinya ada 3 dosa yang paling berat: (1) Mempersekutukan Allah, (2) Durhaka kepada orang tua, (3) Kesaksian Palsu (HR. Bukhori)

Bahkan kisah Rasulullah yang pastinya telah kita ketahui bersama, bahwa ketika beliau ditanya oleh sahabat mengenai orang pertama yang patut kita hormati beliau menjawab:

“Wahai Rasulullah, siapakah orang pertama yang harus saya hormati?

“Ibumu”

“Lalu siapa lagi wahai Rasulullah?”

“Ibumu”

“Kemudian siapa lagi wahai Rasulullah?”

Rasulullah tetap menjawab “Ibumu”

“Wahai Rasulullah, Engkau telah menyebut ibu tiga kali. Lalu orang keempat siapa wahai Rasulullah?

Rasulullah menjawab “Ayahmu”

Semoga sedikit uraian di atas dapat menjadi renungan kita bersama. Kapan kita harus mulai? Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai sekarang. Jangan menunda sesuatu yang tidak boleh kita tunda. Semoga bermanfaat, dan setidaknya mari kita berikhtiar mengamalkan hal-hal yang hendaknya dilakukan seorang anak.

Bilahi fiisabililhaq, fastabiqul khoiraat!

 

Penulis adalah Novita Nurbaiti, ketua bidang Riset, Pengembangan, dan Keilmuan PK IMM Sutan Mansyur.

 

Penyunting: Nad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here