DAM IMM BSKM 2019: Bersama Atasi Post-Truth

0
77

Hampir serupa dengan tema Darul Arqam Madya (DAM) tahun lalu (lihat:http://immbskm.org/dam-bskm-melawan-hoax-di-tengah-era-pascakebenaran/), DAM IMM BSKM tahun ini bertajuk “Kajian Kritis IMM dalam Menyikapi Fenomena Post-Truth“. Alih-alih memfokuskan diri pada fenomena hoax, kali ini kami berusaha membongkar nalar dalam media digital dan literasi ala post-truth, serta berdiskusi tentang apa yang perlu dan bisa dilakukan bersama-sama.

 
Fenomena post-truth telah menjangkiti diskursus publik. Berita bohong, kiriman simpang-siur, penyerangan di media, dan sikap salah dalam menafsirkan berita disebabkan atas kekacauan dalam berpikir dan meyakini kebenaran. Agar dapat memahami realitas media sekaligus membendung penyebaran sikap post-truth, seseorang dituntut memiliki sebuah keterampilan baru: Literasi media. DAM tahun ini adalah upaya mengingatkan kami, kader IMM, untuk kembali memahami post-truth dan memberikan kontribusi nyata.

Kami memulai kegiatan pada 1 September di PP Muhammadiyah Cik Ditiro dengan kuliah umum bersama Muarif, pengkaji sejarah Muhammadiyah. Dilanjutkan di BP PAUD Banguntapan-Bantul hingga 5 September, kami belajar bersama Ismail Al Alam, David Efendi, Rony K. Pratama, Benni Setiawan, Taufiqur Rahman, dan Ahmad M. Arrozy. Kajian yang disampaikan berada pada seputar Fiqih Informasi, Big Data, Jurnalisme Gaya Baru, Media Massa dan Politik, Analisis Wacana Kritik, Literasi Media Informasi Digital, hingga Peran Muhammadiyah.

Metode perkaderan DAM ini menggunakan metode pembelajaran partisipatoris- andragogis dengan mendorong partisipasi peserta secara aktif dan kritis melalui diskusi, presentasi makalah, problem solving, dan studi kasus. Logika perkaderan DAM sendiri menggunakan logika abduktif, yaitu berangkat dari permasalahan yang bersifat khusus ke umum dan dikerucutkan kembali menjadi kesimpulan yang menjadi arah perkaderan. Alur kegiatan DAM kali ini berupa telaah peserta, seminar, curah pendapat, serta forum diskusi untuk perencanaan strategi dan aksi pada hari terakhir.

Terima kasih kepada 24 peserta dari beberapa Pimpinan Cabang di seluruh Indonesia yang telah mengikuti seluruh rangkaian acara siang-malam, para instruktur yang mengawal forum diskusi di tiap sesi kegiatan, dan pembicara yang telah memantik kami untuk tidak hanya waspada terhadap hoax dan informasi-informasi melenakan, namun lebih dari itu. Perkumpulan ini mengantarkan IMM, kader muda umat dan bangsa, untuk berkontribusi memberikan angin segar dalam ruang publik dan menghindarkan diri dari terhuyung dalam kecenderungan sesat pikir era post-truth. Alhasil, kami akan berupaya menghasilkan konten-konten kreatif di ruang digital–arena pergumulan masa kini–untuk dakwah pencerahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here