Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah: Ayo Bangunkan, Implementasikan!

0
1786

(Artikel ditulis sebagai persyaratan Latihan Instruktur Dasar PC IMM BSKM 2013)
Oleh Ardita Markhatus Solekhah-PK IMM KH Ahmad Badawy UNY

Dalam bukunya yakni Matahari Pembaharu, M. Nasruddin Anshory menyebutkan bahwa Mitsuo Nakamura seorang peneliti Muhammadiyah menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Serba Wajah (dzu wujuuh) yang dimaksud adalah Muhammadiyah bergerak di berbagai bidang seperti bidang sosial (Al-Baqarah:177), pendidikan (Al-Isra’:23), agama, kesehatan, dan komunikasi dalam rangka dakwah. Cita-cita Gerakan Muhammadiyah yakni hendak membentuk negara yang baik yang diampuni oleh Allah sebagaimana tercantum dalam Q.S. Saba: 15 yang berbunyi, Baldatun tayyibatun wa rabbun ghafuur “Negara yang baik, dan Allah Maha Pengampun”.

Berkaitan dengan apa itu Muhammadiyah, dalam sebuah perbincangan ringan dengan kawan seperjuangan Islam dari pergerakan lain mengenai Muhammadiyah, terarah kepada pertanyaan,”Mengapa orang-orang yang menggerakkan Muhammadiyah sebagai Organisasi Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar seolah belum mengamalkan ajaran Islam dengan kaffah?”. Memang tidak adil ketika pertanyaan terkait beberapa oknum kemudian digeneralisasi kepada seluruh warga Muhammadiyah. Arahan “kurang Islami” disini dari permukaan terindikasi pada penampilan, cara berbusana dan etika pergaulan. Wajar saja jika perbandingan kawan saya ini cenderung kepada simbolisasi sebagaimana himbauan mereka terhadap kader-kadernya. Lagipula bukankah fisik dan penampilan semata tidak bisa dijadikan sebagai indikator ketaqwaan seseorang? Tapi di satu sisi memang menjadi sebuah kewajaran bahwa ketaqwaan seseorang kemudian diimplikasikan kepada kehidupannya termasuk dalam Islam diajarkan bagaimana cara berbusana dan bergaul yang Syar’i.

Namun perlu ditekankan bahwa kaffahnya islam tidak bisa hanya dilihat dari penampilan seseorang semata, namun idealnya ketaqwaan dalam hati diimbangi dengan amalan yang sesuai dengan ajaran islam yang menjadi PR besar bagi Muhammadiyah adalah bagaimana pembinaan yang dilakukan terhadap kader-kader atau warga Muhammadiyah itu sendiri.
Dalam pembinaan Tauhid dan Keislaman, konsep keilmuan Muhammadiyah sudah tidak diragukan lagi. Muhammadiyah memiliki majelis tarjih yang mengurusi upaya penentuan syariah berdasarkan Al-Quran dan sunnah serta hukum-hukum Islam yang belum ada pada keduanya (permasalah kontemporer). Muhammadiyah juga sudah bisa membuat PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah) yang bisa dikatakan sebagai “kitab ketiga”. Bahkan konsep implementasipun sudah dimiliki, Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) yang mendahului konsep Indonesia Berjamaah-nya Yusuf Mansur baru-baru ini.

GJDJ merupakan salah satu program pembinaan kelompok kecil yang intensif dan berkelanjutan dalam rangka menjalankan langkah dakwah Muhammadiyah yakni,
1. Membersihkan islam dari kebiasaan bukan Islam
2. Reformulasi dakwah Islam dengan jaman modern
3. Reformasi pendidikan islam.
4. Menguatkan pertahanan Islam

Namun, tidak bisa kita pungkiri bahwa terkadang ide dan realita tidak selalu sama. Rencana dan implementasi tidak selalu seirama. Begitu pula dengan pelaksanaan GJDJ ini yang belum optimal gaungnya sejak diputuskannya. Malah terdahului dalam pembinaan keislaman dan dakwah oleh imitator Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Jika pimpinan Muhammadiyah pernah mengatakan bahwa sebenarnya PKS dengan KAMMI nya mencuri ide ini dan mengubah istilah menjadi ‘liqo’ dan sudah terlanjur basah, ya sudahlah. Solusi untuk kalangan sendiri adalah, ayo kapan GJDJ benar-benar dilakukan, diimplementasikan.

Beberapa kader IMM yang lari diindikasi akan ketidakterpenuhinya kebutuhan ruhani mereka di dalam IMM. GJDJ ini merupakan salah satu bentuk pembinaan, peng-kayaan, pendampingan, dan penjagaan kader yang sistematis dan jitu untuk menjaga kader dan bahkan selain pengetahuan keIslaman bisa kita masukkan diskusi Islam kontemporer, pengembangan mengenai 2 prinsip IMM lain yakni humanitas dan intelektualitas. Jika DPD melalui bagian Tabligh yang dikoordinatori oleh Immawan Aris Setiawan dan PC IMM BSKM Bagian Dakwah tahun ini hendak menghidupkan GJDJ dalam tubuh IMM, maka PK IMM KH Ahmad Badawy memiliki niatan yang sama. Mari memulai bersama!

Sumber
M. Nasruddin Anshory. 2010. Matahari Pembaharu. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher.

SHARE
Previous articlePemimpin-sebuah refleksi
Next articleEh Cie yang Mahasiswa,,,
Pimpinan cabang IMM Bulaksumur Karangmalang mewadahi kader IMM di UGM UNY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here