#KultumVirtual | Sedang Tidak Puasa Bukan Berarti Boleh Marah Kapan Saja

0
251
©Sholeh Ade Cahyadi / IMM BSKM

Oleh Rahmayani Uswatun Hasanah*

Marhaban yaa Ramadhan. Alhamdulillah wa Astaghfirullah.

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk kembali bersua dengan bulan penuh nikmat dan karunia ini. Masih ada kesempatan untuk menabung amal kebaikan yang insyaallah akan berlipat pahalanya. Dan astaghfirullahal ‘adhiim, masihkah kita menjadi pribadi-pribadi yang sama seperti bulan-bulan sebelumnya tanpa ada peningkatan iman dan taqwa? Atau justru lebih buruk dari itu? Semoga ibadah puasa kita kali ini bukan hanya sekedar menahan lapar dahaga dan hawa nafsu belaka, tetapi benar-benar menjadi ibadah terbaik kita dihadapan Allah SWT. Amiin.

Melaksanakan puasa Ramadhan adalah wajib bagi semua insan beriman. Sudah tahu kan tercantum dalam Al Quran surat apa dan ayat berapa? Namun, dalam Islam ada satu golongan yang tidak diperbolehkan untuk melaksanakan puasa, siapakah dia? Yaitu wanita istimewa yang sedang mendapatkan tamu yang istimewa pula, alias wanita yang sedang haid atau menstruasi.

Ketika haid, tidak masalah bagi wanita untuk tetap makan dan minum di siang hari selama Ramadhan dengan tetap memperhatikan adab-adab yang berlaku dalam Islam. Tentunya juga menghormati orang lain yang sedang berpuasa dengan tidak makan dan minum di hadapan mereka. Lalu bagaimana dengan emosi amarah yang kerap kali datang dan tak dapat dibendung oleh para wanita yang sedang mendapat tamu istimewa ini? Pada masa haid, mayoritas wanita akan menjadi sensitif dan mudah sekali untuk tersulut emosinya baik emosi bahagia, sedih, marah, galau, dan sejenisnya yang kadangkala datang dan pergi begitu saja (pembaca wanita yang budiman insyaallah tahu apa yang penulis maksud).

Dear muslimah, menghormati orang yang sedang berpuasa tidak hanya dengan tidak makan dan minum dihadapannya, namun juga menghormati dengan tidak menampakkan amarah dihadapannya maupun memancing amarah orang tersebut. ‘Saya kan tidak bermaksud begitu. Lagipula yang emosi kan saya, insyaallah puasa mereka tidak batal hanya karena melihat saya yang sedang marah-marah macam ni.. hhe’ Tanpa disadari saat seorang muslimah yang sedang dalam kondisi istimewa tersebut menampakkan amarahnya, barangkali ada orang lain yang melihat dan kemudian membatin ataupun berprasangka, ‘Iyihh.. muslimah kok begitu’ ‘Luarnya aja yang berjilbab, tapi sukanya marah-marah, mosok nahan marah aja gak bisa.. mana bulan Ramadhan lagi, ckckck’ dan prasangka-prasangka lain yang sejenisnya. Bukankah hal itu malah akan mengurangi pahala dan keutamaan orang yang berpuasa? Kalau sudah begini, bukan diri sendiri saja yang merugi tetapi secara tidak langsung orang lain pun akan ikut dirugikan.

Rasulullah SAW memberikan pujian terhadap orang-orang yang mampu menahan amarahnya.

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah orang yang kuat yang menang dalam pergulatan, akan tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu menahan emosinya ketika marah.” (Muttafaqun ‘Alaih)
    Orang yang mampu menahan amarahnya juga termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 133-134:
    (133) Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
    (134) (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.

Dear muslimah, daripada energi dihabiskan untuk meluapkan amarah yang tidak jelas asalnya tadi, lebih baik menggunakan energi tersebut untuk menambah amalan di bulan Ramadhan ini. Beberapa amalan Ramadhan yang dapat dilakukan bagi wanita haid diantaranya menyediakan ifthar atau hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa, shodaqoh, berdoa dan dzikir, mengajak orang lain untuk beramal shalih, thalabul ‘ilmi, menjauhi larangan agama, dan lain sebagainya. Betapa besar kasih sayang Allah SWT kepada para wanita. Meskipun tidak dapat melaksanakan ibadah puasa karena datangnya tamu istimewa alias haid, Allah tetap memberikan pahala sebagaimana orang yang berpuasa yaitu dengan melaksanakan amalan-amalan yang telah disebutkan tadi.

Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT yang senantiasa dikuatkan. Tidak hanya kuat dalam menahan lapar dan dahaga saat berpuasa, namun juga kuat dalam menahan amarah pada kondisi apapun. Amiin, yaa robbal ‘alamiin.

Billaahi fii sabiilil haqq. Fastabiqul khairaat!
Semoga bermanfaat

Penulis adalah seorang mahasiswi jurusan Pendidikan Biologi angkatan 2013 yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir skripsi demi menebar kebermanfaatan yang lebih luas lagi _ mohon doa dan restu dari segenap pembaca. Saat ini ia aktif di Bidang Organisasi Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kyai Haji Ahmad Badawi UNY 2016-2017. Untuk bersilaturrahmi dapat melalui facebook Rahmayani Uswatunhasanah, instagram @uswahrahmayani, dan email uswahrahmayani@gmail.com. Keep ukhuwah ya 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here