Menyimak Kembali Sejarah IMM BSKM

4
159

Oleh M. Taufiq AR, dkk

Lahir dari rahim kesadaran, begitulah kiranya gambaran atas terbentuknya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Bulaksumur Karangmalang (IMM BSKM), yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tiga cabang yang telah terlebih dulu eksis dan establish di lingkungan D.I. Yogyakarta (PC IMM Sleman, PC IMM AR Fachruddin Kota Yogyakarta, dan PC IMM Djazman Al-Kindi Kota Yogyakarta).

Dari rahim kesadaran inilah, kala itulah IMM BSKM mencoba mengusung dan menegakkan daya kritis, idealisme, serta semangat menegakkan khittah IMM untuk “membentuk kader intelektual muslim yang berjiwa luhur dalam rangka melaksanakan tujuan Muhammadiyah” (bab II pasal 6 Anggaran Dasar IMM).

Sebuah kesadaran bahwa kelahiran IMM BSKM secara inherent telah menetapkan dirinya; Pertama, sebagai bagian dari kader Muhammadiyah, yang senantiasa mengadakan proses untuk mengaktualisasikan dan mengembangkan potensi insani anggota Ikatan sesuai dengan fitrah yang diberikan ALLAH SWT, dalam rangka meningkatkan kualitas kediriannya sehingga mampu menaikkan level keinsanannya menjadi khalifatullah, yang mampu serta bersedia mengahayatkan dan mengamalkan serta mengaktualisasikan diri dalam ber-Islam, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menuju kualifikasi insan utama, seuai dengan tujuan Gerakan Muhammadiyah, yakni menjadi kader persyarikatan, kader ummat, kader bangsa.

Kedua, konsekuensi sebagai kader dan anak kandung Muhammadiyah, maka kepribadian IMM tidak lain adalah penerapan kepribadian Muhammadiyah. Bahwa kalau Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam dan amar makruf nahi munkar, maka sebagai eksponen mahasiswa di dalamnya IMM tidak bisa lain harus menempatkan diri sebagai gerakan yang demikian pula.

IMM BSKM merupakan rumah cita-cita bersama kader-kader Ikatan di Kampus UGM dan UNY. Hidup di habitat dua kampus besar, yang memiliki reputasi besar, adalah sebuah langkah besar ketika kader-kader IMM di kedua kampus tersebut bersepaham untuk lebih menggelorakan roda gerak Ikatan dalam sebuah rumah bersama yang bernama PC IMM BSKM. Ikhtiar tersebut bukan lahir dari sebuah mimpi kosong, namun dilandasi refleksi, analisa, dan proyeksi keberlangsungan perjuangan IMM di kedua kampus tersebut.

Walaupun dalam sejarah IMM, IMM di UGM dan UNY tercatat sebagai salah satu pendiri Ikatan, namun dalam perjalanan selanjutnya, khususnya dalam satu dasawarsa ‘90an, IMM UGM lebih banyak terlelap dalam tidur panjangnya. Baru dalam kurun waktu 10 tahun ini IMM UGM dan UNY menggeliat dan menunjukkan eksistensinya. Tentunya dalam konteks kampus UGM dan UNY, problematika dan tantangan yang dihadapi para kader Ikatan cukup berbeda, misalnya ketika dikomparasikan dengan problematika dan tantangan yang dihadapai oleh kader Ikatan di lingkungan PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Potensi kader dan simpatisan IMM di lingkungan UGM dan UNY, secara obyektif sangatlah besar, namun demikian segala potensi itu, pada waktu itu belum dapat dioptimalkan karena kendala konsepsi dan implementasi sistem pengkaderan, yang dalam Konstitusi IMM merupakan otorisasi Cabang.

Dengan kehadiran Cabang BSKM, yang lebih mampu mewadahi kharakter, cita-cita, dan diamika ruang gerak Ikatan di kampus UGM dan UNY, maka diharapkan laju perahu IMM di lingkup Bulaksumur-Karangmalang akan lebih melesat dalam kompetisi kebaikan menuju intelektual muslim yang berjiwa luhur untuk mewujudkan peradaban Islam yang berkemajuan.

Pengukuhan dan pelantikan PC IMM BSKM periode pertama diselenggarakan pada 14 Maret 2004 ba’da dhuhur di Aula Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Jl. Cik Ditiro No. 23) oleh Ketua Umum DPD IMM DIY (Immawan Bagus Mustakim, MA) didampingi oleh semua Ketua Bidang DPD IMM DIJ dan Ketua PC IMM se-DIY. Hadir pula Ketua PDM Sleman yang dalam sambutannya menyambut syukur dan haru atas lahirnya cabang BSKM.

Adapun Tim Formatur pembentukan PC IMM BSKM adalah: M. Taufiq AR, Twosan Syahbani, Arif Nur Kholis, Defi Nopita (UGM), Syaefur Rokhman, Fathurrohman, Sunardi, Ani Sulistyowati, Hajar Ma’unah.

Rapat-rapat formatur di dalam merumuskan kebijakan landasan, arah gerak, garis besar organisasi/kerja, serta struktur diadakan secara marathon di Mushalla As-Salam, Tawangsari dan di rumah Immawan M. Taufiq AR (Glagahsari, Umbulharjo).

Lampiran 1
Inilah struktur PC IMM BSKM yang dilantik pada 14 Maret 2004.

Ketua Umum : M. Taufiq AR (UGM)
Ketua Bidang Organisasi : Defi Nopita (UGM)
Ketua Bidang Kader : Hajar Ma’unah (UNY)
Ketua Bidang Hikmah : Asrofi Tiktana (UNY)
Ketua Bidang Iptek : Arif Nur Kholis (UGM)
Ketua Bidang Sosial Ekonomi : Sunardi (UNY)
Ketua Bidang Immawati : Ani Sulistyowati (UNY)
Sekretaris Umum : Syaefur Rokhman (UNY)
Ketua Korps Instruktur : Twosan Syahbani (UGM)

Lampiran 2
Ketua Umum IMM BSKM sejak tahun 2004
Periode I : M. Taufiq AR. (UGM)
Periode II : Lukman Satriya S. (UGM)
Periode III : Agus Yulianto (UNY)
Periode IV : Irawan Puspito (UGM)
Periode V : Chanief Ichsan (UGM)
Periode VI: Ajar Pradika A. Tur (UNY)
Periode VII: Muhammad Yusro (UGM)
Periode VIII: Miftahul Umam (UGM)

Periode IX: Faisal Isnan (UNY)

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here