Muhammadiyah Butuh Mubaligh Muda

2
252

Yogyakarta – Pemuda saat ini, identik dengan malas dalam hal ibadah. Padahal pemuda sebagai agen perubahan, selain harus memiliki jiwa sosial yang tinggi dan intelektual yang baik, juga seharusnya berjiwa religius untuk penyeimbang dalam berkehidupan.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai gerakan kepemudaan mahasiswa berasaskan islam, sudah seharusnya ikut serta untuk mengatasi masalah tersebut.

Oleh karena itu, bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKK) IMM Bulaksumur Karangmalang menginisiasi pembentukan dan pelatihan Korps Mubaligh Muda Muhammadiyah (KM3) IMM Bulaksumur Karangmalang yang berisikan kader-kader Pimpinan Komisariat yang ada di UNY dan UGM. Pelatihan nantinya dilaksanakan 4 kali dalam kurun waktu satu bulan.

Pelatihan pertama telah dilaksanakan pada hari Jum’at, 9 Februari 2018. Berlangsung di Masjid Al-Muttaqin Tawangsari sejak pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB. Pelatihan diawali dengan pemaparan maksud dan tujuan pembentukan KM3 IMM BSKM oleh Ketua Bidang TKK kemudian dilanjutkan dengan materi yang diisi oleh Ustadz Niko Kuncoro.

Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bagaimana menjadi seorang mubaligh yang seharusnya. “Seorang mubaligh selain harus memiliki sifat ikhlas dan memiliki wawasan ilmu yang luas, juga harus memiliki skill public speaking yang baik.” ujar Ustadz Niko.

Peserta tidak hanya diberikan ilmu untuk berdakwah, namun juga diberikan tips dan trik mengadakan agenda pengajian yang menghadirkan pembicara-pemicara berkualitas. Karena selain aktif sebagai pendakwah, ustadz Niko juga dikenal sebagai salah satu orang yang berpengaruh terhadap suksesnya pengajian rutin KAMASTU PWPM DIY yang selalu menghadirkan pembicara-pembicara berkelas.

Materi ditutup dengan penyampaian motivasi oleh ustadz Niko. “Selamat Berdakwah, jangan pernah menyerah untuk terus belajar.” tutup beliau.
Ketua bidang TKK Qurrota A’yun, ditemui setelah acara menyampaikan cukup puas untuk pelatihan pertama kali. “Menurut saya sudah memuaskan dari antusiasme teman-teman PK (Pimpinan Komisariat), terlebih dari materi yang disampaikan Mas Niko, sangat memotivasi dan menantang untuk para calon mubaligh BSKM.” (mfah)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here