Optimalisasi Media dan Pembumian Literasi Ikatan

0
357

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan bagian dari Angkatan Muda Muhammadiyah yang memiliki posisi strategis dalam rangka membangun tradisi pembaharuan Muhammadiyah. Melalui trikompetensi IMM yakni, intelektual, religius, dan humanis harapannya mampu terlahir kader-kader akademis Muhammadiyah yang mempraktikkan islam dalam keseharian serta mengaplikasikan ilmunya di masyarakat. Islam Berkemajuan sebagai slogan Muhammadiyah haruslah dimaknai secara luas dan diaplikasikan utamanya pada era informasi seperti saat ini. Muhammadiyah memiliki pekerjaan rumah tidak hanya di dalam organisasinya namun juga kepada masyarakat secara luas.

Kehadiran internet di Indonesia memunculkan ironi tersendiri. Berdasarkan data dari Central Connecticut State University (2016) menunjukkan bahwa Indonesia berada pada urutan ke 60 dari 61 negara. Rendahnya minat baca di Indonesia juga terlihat dari data UNESCO (2012) bahwa dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang membaca. Tentu penelitian tersebut berbasis dengan literasi membaca. Menurut Subagyo (2008) budaya malas membaca di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah sulitnya akses buku, masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan terkait dengan kebutuhan alat komunikasi, dan menganggap bahwa membaca hanya membuang waktu dan tenaga tanpa memberikan manfaat. Berdasarkan data dari APJII (2016) menunjukkan bahwa penetrasi tertinggi pengguna internet di Indonesia adalah kalangan muda yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Menurut Tjatur, CTO Kumparan menyatakan bahwa Indonesia mengalami kegagapan teknologi, hal ini terjadi karena masyarakat Indonesia mengalami fase perlompatan teknologi. Masyarakat Indonesia rerata langsung menggunakan telepon seluler tanpa mengalami fase HT, telepon kabel, fax dan lainnya. Sehingga Indonesia mengalami fase yang belum tuntas dalam tahap membaca dan menulis, namun sudah disuguhi dengan fase pasca baca yakni melalui kehadiran televisi. Hingga kemudian kehadiran internet semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi namun tidak dibarengi dengan peningkatan kemampuan literasi.

Menurut Alfin Tofler, saat ini adalah era prosumsi yakni era yang memungkinkan setiap orang untuk memproduksi dan mengonsumsi pesan. Setiap orang memiliki media untuk mengungkapkan setiap pendapatnya. Hal ini tidak sepenuhnya menjadi kabar baik, karena informasi yang ada belum tentu valid. Alhasil tidak heran ketika muncul beragam persoalan di dunia digital seperti ujaran kebencian, penyebaran kabar bohong, penipuan, hingga penyalahgunaan data pribadi. Sehingga perlu kiranya peran Muhammadiyah tidak hanya dalam dunia nyata namun juga harus siap di dunia maya.

IMM sebagai sebuah gerakan dengan massa mahasiswa menjadi ujung tombak dalam persaingan informasi di era digital. Digital native atau generasi digital di Indonesia saat ini adalah mereka yang terlahir tahun 1990 an hingga saat ini, generasi ini adalah generasi yang tidak mampu terlepas dari internet. Tentu generasi ini menjadi target dakwah IMM. Media menjadi hal penting dalam dakwah sekaligus memperkuat gerakan. Media tidak hanya menyajikan informasi mengenai kabar ikatan namun harus mampu menjawab persoalan keseharian di masyarakat. Namun memiliki media yang aktif dan masif baik tulisan maupun visual tidak cukup, perlu didukung dengan kemampuan literasi yang baik. Tidak hanya literasi dasar yakni mampu menulis dan membaca namun juga literasi dalam menghadapi gempuran informasi dari berbagai media mainstream. Kemampuan literasi menuntut untuk terus berpikir kritis sehingga penerima informasi mampu berdaya atas media yang digunakan. Hal ini belum disadari sepenuhnya oleh kader sehingga kemampuan literasi masih perlu untuk terus ditingkatkan dan dikembangkan.

Oleh karenanya perlu adanya optimalisasi media dan literasi di dalam ikatan utamanya sehingga kader IMM mampu bersaing dalam pentas di era digital untuk umat dan bangsa secara luas. Pada momentum pelantikan kepengurusan IMM yang baru ini, maka kami mengangkat tema “Optimalisasi Media dan Pembumian Literasi Ikatan”. Dengan harapan pada periode baru ini para pimpinan cabang IMM Bulaksumur Karangmalang Kabupaten Sleman bisa menyiapkan diri sebagai pemimpin umat dan bangsa di masa depan baik di tengah masyarakat di dunia nyata maupun di era digital.

Pelantikan Pimpinan Cabang Bulaksumur Karangmalang akan dilaksanakan pada Rabu, 15 November 2017 di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cik Ditiro pukul 19.00 hingga selesai. Pembicara dalam studium generale akan menghadirkan Dr H. Robby Habiba Abror S.Ag, M.Hum yang merupakan dosen filsafat media UIN Sunan Kalijaga dan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM DIY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here