Yang Kuat Lagi Menguatkan

0
6

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”
Sudah tidak asing kan dengan hadits Nabi ini? Kenapa harus menjadi mukmin yang kuat? Supaya dicintai Allah. Lalu, bagaimana caranya menjadi kuat?
Jika mendengar kata kuat, barangkali yang terbayangkan pertama kali oleh kita adalah tentang kuat secara fisik – jasmani – badan atau tubuh. Untuk menguatkan fisik, kita perlu nutrisi yang diperoleh dari makanan halal dan thoyyib, hidangan sehat yang umumnya kita konsumsi 3 kali dalam seharinya. Namun ternyata, kuat bukan hanya tentang kuat fisik. Orang kuat bukan hanya yang berbadan kekar, berotot kawat bertulang besi.
Kalau kata Ustadz Hanan Attaki dalam suatu kajiannya di youtube (maaf, saya lupa judulnya), Allah sudah menyediakan hidangan untuk umat manusia (maaidatur rahmaan). Hidangan yang dimaksud bukan hanya berupa makanan untuk fisik saja, namun juga berupa hidangan hikmah dan ilmu. Manusia membutuhkan dua macam nutrisi yaitu nutrisi fisik dan nutrisi hati yang disebut juga dengan nutrisi iman. Kenapa iman perlu diberi nutrisi? Karena iman pun sering pula melemah. Beberapa kiat menguatkan iman diantaranya yaitu dengan tilawah, berdzikir, dan mengikuti kajian. Tilawah tidak hanya sekedar tilawah, namun juga berikhtiar untuk memahami setiap makna dan hikmah yang terkandung di dalam setiap ayat-ayatNya. Berdzikir dalam keadaan apapun baik senang maupun susah, berdzikir sesuai dengan masalah yang sedang dialami dan menyebut asma Allah SWT sesuai dengan kebutuhan kita. Selanjutnya mengikuti kajian, selain mendapat ilmu tentunya kita juga dapat merasakan manisnya ukhuwah.
Kalau kata kawan-kawan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, ‘Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah.’ Dari sini, sudah terjawab secara jelas bagaimana cara menjadi kuat, cara menjadi mukmin yang dicintai Allah, dengan beriman dan berakhlak, akhlak yang karimah tentunya. Iman yang dimaksudkan adalah percaya, yakin. Mempercayai dan meyakini bahwa semua kekuatan hanyalah berasal dari Allah SWT, laa haula walaa quwwata illaa billaah. Percaya bahwa Allah SWT yang memberikan potensi pada diri untuk menjadi kuat dan selalu meminta dikuatkan olehNya. Bukan hanya kuat fisiknya, namun juga kuat hatinya, kuat pikirannya, kuat mentalnya, dan yang lebih penting lagi kuat ibadahnya.

Berikutnya adalah akhlakul karimah, salah satu dari sekian banyak akhlakul karimah yaitu sikap disiplin. Bagi teman-teman Tapak Suci, sikap disiplin itu mutlak diperlukan untuk menggapai kesuksesan dan mencapai puncak kekuatan. Disiplin berlatih, disiplin gaya hidup, disiplin makan, disiplin terhadap nasehat yang diperoleh, dan tentunya disiplin ibadah. Sikap disiplin ini juga wajib dimiliki oleh umat mukmin secara umum.
Apakah dengan nutrisi fisik sudah cukup menjadikan kita mukmin yang kuat? Apakah dengan nutrisi hati sudah cukup menjadikan kita mukmin yang kuat? Nampaknya masih ada yang kurang. Apapun upaya kita, tetap ujung-ujungnya kita wajib tawakkal pada Allah SWT. Faidzaa ‘azzamta fatawakkal ‘alallaah.
Barangkali ini hanya secuil cara menjadi kuat, atau menjadi mukmin yang kuat, lebih tepatnya. Kenapa Allah mencintai mukmin yang kuat? Jika saya boleh menjawab, jawaban saya; karena mukmin yang kuat akan menguatkan sesama. Khairunnaas anfauhum linnaas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Yuk menguat bersama menjadi mukmin yang kuat lagi menguatkan. Insyaallah.

Rahmayani Uswatun Hasanah adalah kader baru PK IMM K.H. Ahmad Badawi UNY tahun 2013 (‘baru’ pada masanya).

SHARE
Previous articleTempat Kembali
Pimpinan cabang IMM Bulaksumur Karangmalang mewadahi kader IMM di UGM UNY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here