Kunjungi PIAT UGM, PK IMM Ibnu Khaldun UGM ingin tingkatkan kesadaran ekologi kader

0
75

 

Isu lingkungan memang sedang naik daun di kalangan pemuda. Beberapa gebrakan dilakukan sebagai upaya dalam  meningkatkan kesadaran pemuda akan pentingnya menjaga lingkungan. Kemudian bermunculan aliansi, organisasi, perkumpulan yang menjadikan isu lingkungan sebagai fokus.

Guna menjawab tantangan tersebut ,Jumat lalu (7/2) PK IMM Ibnu Khaldun UGM melaksanakan kunjungan karya ke PIAT (Pusat Inovasi AgroTeknologi) UGM dalam rangka tindak lanjut DAD 2019. Dalam kunjungan kali ini difokuskan kepada pelatihan pembuatan eco-bricks dari limbah plastik. Tindak lanjut DAD ini didesain oleh peserta DAD sendiri, dalam rangka merefleksikan materi-materi yang telah disampaikan selama masa DAD.

PIAT UGM merupakan fasilitas penunjang yang dimiliki Universitas Gadjah Mada yang bergerak di bidang agro teknologi. PIAT UGM berdiri di atas tanah seluas 4 hektare berlokasi di Berbah, Sleman sekitar 45 menit perjalanan dengan sepeda motor dari gedung pusat UGM. Selain dengan inovasi bibit tanaman dan pakan ternak PIAT UGM juga terkenal dengan inovasi pengelolaan limbahnya. Pengelolaan limbah yang dikembangkan di PIAT UGM antara  lain limbah kotoran ternak, sampah organik universitas, dan sampah plastik. Salah satu petugas di PIAT UGM menyatakan bahwa setidaknya PIAT UGM menerima dan mengelola 30 persen dari sampah yang ada di UGM. Sudah barang tentu jika kemudian PIAT UGM menjadi tempat yang cocok digunakan untuk mempelajari pengeloaan limbah.

Kunjungan dilakukan pada pukul 09:30 sampai dengan pukul 11:00 WIB. Kunjungan berdurasi kurang lebih dua setengah jam ini membawa peserta mengenal PIAT UGM dan segala kegiatanya. Kunjungan dibagi menjadi empat bagian yakni pengenalan lembaga, kunjungan ke lab pertanian dan peternakan, kemudian kunjungan ke rumah inovasi daur ulang, dan kunjungan ke dapur pasca panen.

Azka, salah satu peserta kunjungan mengaku bahwa setelah melakukan kunjungan ini ia menjadi lebih tertarik untuk melakukan pemilahan sampah yang ia buang, dikarenakan dengan memilah sampah akan memudahkan untuk melakukan pengelolaan kemudian atau daur ulang. Dan juga menurutnya “ memang kalau pribadi sendiri buang sampah ya kelihatan sedikit, tapi nyatanya setelah sampai di pembuangan bertumpuk menjadi semakin banyak dan ditambah pengelolaan sampah juga memakan waktu yang lama, jadi kita paling tidak harus mulai dengan memisahkan sampah yang kita buang sesuai bagianya” tuturnya.

Tingkatkan kesadaran ekologis kader

Sholahudin Al Ayubi , sebagai ketua panitia DAD ini, menuturkan bahwa pada dasarnya DAD adalah pelatihan yang ditujukan kepada kader baru Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah agar pada saat aktif berorganisasi tidak hanya mendapat kesibukan kosong, namun dapat kemudian mengambil hikmah dari setiap yang dikerjakan.  Alasan PK IMM Ibnu Khaldun UGM dalam mengambil isu seputar ekologis adalah sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran kader untuk mencintai lingkungan. Menurut Al, umat Islam di Indonesia memiliki tanggungjawab yang sangat besar dalam masalah lingkungan di Indonesia. Masalah lingkungan bukan hanya limbah dan polusi, namun juga hal-hal yang disekelilingnya seperti perampasan ruang terbuka dan ruang hidup. Oleh karenanya sebagai wadah perkaderan umat, IMM harus turut serta memberikan pengajaran kepada umat, salah satunya dengan mencetak kader-kader yang sadar ekologis.

Al berpesan agar isu lingkungan jangan hanya menjadi tren seperti aplikasi tik-tok yang hanya timbul dan tenggelam. Isu lingkungan harus istiqomah diperjuangkan, karena ia juga bentuk nyata dari Islam sebagai rahmat semesta alam atau Islam rahmatan lil’alamin yang selalu kita elu-elukan.(fath)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here