Bila Tak Suka, Jangan Mencela

0
60

 

Pada dasarnya manusia itu nggak suka kalau diatur-atur dan cenderung melakukan sesuatu yang menurut pandangan mereka benar dan nggak menyusahkan. Jadi nggak heran kalau negara membuat aturan ketat dan tegas seperti Indonesia yang kemudian disebut negara hukum. Kalau nggak gitu, hukum nggak akan tegak, karena manusia cenderung semaunya sendiri~

Manusia dan hawa nafsu, keduanya saling berdampingan. Dalam Majmu’ Fatawa, Ibnu Taimiyah menjelaskan hawa sebagai kecintaan atau kebencian jiwa pada sesuatu. Menurutnya kecenderungan suka atau benci terhadap sesuatu adalah hal yang biasa atau lumrah, tetapi menjadi tercela dan merusak apabila kecenderungan suka atau benci tersebut diikuti. Maksudnya adalah ketika benci atau suka ini dijadikan sebagai tolok ukur dalam kehidupannya, baik sebagai cara pandang, berkeyakinan, ataupun berperilaku serta beramal. Hal yang demikian dapat disebut seseorang itu telah mengikuti hawa nafsunya. Beliau mengatakan, “Seseorang yang mengikuti hawa nafsu adalah orang yang mengikuti perkataan atau perbuatan yang dia sukai dan menolak perkataan atau perbuatan yang dia sukai dan menolak perkataan atau perbuatan yang dia benci tanpa dasar petunjuk dari Allah SWT”.

Bagaimana jadinya kalau hawa nafsu memimpin dan membimbing manusia dalam hidupnya?

Emmm.. bisa terjadi kerusakan atau kehancuran.

Kenapa bisa begitu?

Pertama, karena setiap manusia hanya akan menerapkan hal-hal yang ia jadikan acuan dalam berkehidupan. Misalnya tuh, seseorang yang hidup di lingkungan buruk atau jauh dari agama. Lama kelamaan, secara nggak sadar akan menghasilkan cara pandang dan perilaku yang tak sejalan dengan agama. Meskipun cara pandang dan perilaku itu menurut mereka benar.

Kedua, setiap manusia mempunyai keinginan agar apa yang dia pahami sebagai kebaikan dan kebenaran bisa diterima oleh banyak orang dan diterapkan dalam kehidupan. Maka nggak heran kalau banyak negara kuat mendukung lembaga-lembaga internasional agar ide-ide yang mereka pandang baik bisa diterima atau bahkan dipaksakan ke banyak negara. Semakin kuat suatu negara maka semakin mampu negara tersebut memengaruhi banyak negara lainnya. Bayangin aja kalau sebuah negara yang kuat terus ngga berdasar pada agama aka menyelisihi aturan agama, lalu negara tersebut memaksakan sebuah pendapat/ide melalui lembaga internasional agar diterima oleh seluruh negara dunia. Wah, ngeri banget kan ya? Gimana coba dampaknya pada umat manusia? Emmm..

Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu” (QS.23:71)

Karena lemahnya manusia, sehingga manusia enggak bisa memastikan hakikat kebenaran. Manusia hanya mampu memastikan sebagian hakikat tersebut dengan ilmu pengetahuan, itupun sebatas urusan dunia. Maka nggak heran apabila ada ilmu “X” di kemudian hari dibantah dengan ilmu “Y”. Lalu, bagaimana dengan kehidupan akhirat? Allah yang memahami hakikatnya, karena Dialah yang Maha Mencipta. Hanya Allah yang memahami hakikat dunia dan akhirat, jadi ya hanya Allah semata yang dapat menghakimi dan memastikan kebenaran dan kepastiannya.

Allah membuat syariat agar kita menaati. Karena kasih sayang, Allah mengutus nabi-Nya dengan membawa syariat-syariat tersebut untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya. Dengan begitu, manusia tidak hanya mengikuti hawa nafsunya dan jangan sampai manusia celaka karena nafsunya yang bertentangan dengan syariat.

Tapi apakah hawa nafsu selamanya tercela?

Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya, bahwa hawa nafsu diciptakan pada diri manusia guna menjaga kelangsungan hidupnya. Sebab, kalaulah tidak ada nafsu makan, minum, dan menikah, tentulah manusia akan mati dan punah. Namun, jika hawa nafsu memiliki kecondongan kepada sesuatu yang bertentangan dengan syari’at maka hal itu yang menjadikannya tercela.

Wallahu a’lam bish-shawab

 

Penulis : Busaina Anggota PK IMM Ibnu Khaldun UGM

 

Penyunting : Latif

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here