Hidup Harus Berlaku

0
28

ditulis oleh Afghan Azka Falah (ketua Koordinator Komisariat IMM UGM 2020)

Kehidupan merupakan sebuah anugrah Yang Maha Kuasa, di mana itu bisa menjadi sangat sia-sia maupun sangat bermakna, bergantung pada apa yang dilakukan oleh subyek, yakni Manusia. Manusia adalah makhluk yang sangat beruntung, karena dia bisa belajar dari dirinya sendiri. Namun dengan keterbatasan dan kompleksitas manusia itu sendiri, kadang manusia secara individu harus mempelajari dengan membandingkannya dengan individu lain, bahkan dengan makhluk lain yang lebih sederhana dalam melakukan tugasnya di muka bumi.

Orang bermalasan seperti halnya tumbuhan yang tinggi namun lemah, tumbuhan ini dipenuhi Auksin, ego dirinya dari zona nyaman nya yang ‘seolah mencari titik terang kecil sang mentari. Kehidupan bukan sekadar menjadi orang yang panjang umurnya, tinggi gagasannya, ataupun dapat melakukan sesuatu dengan benar. Tumpuan Hidup yang lebih besar setiap hari tidak akan berkurang, namun tumpuan hidup harus dihadapi dengan tegap, siap, dan cantik.

Kalau ngomongin tentang fase kehidupan, pastinya banyak contohnya, ada yang masih berkecimpung soal metode-metode ataupun terkungkung pada fundamentalisme teori-teori kehidupan, namun ada yang hidupnya lebih baik dan lebih berlaku akibat usaha dan laku-nya yang kongruen. Semua itu dimulai dari sebuah langkah kecil yang tak melelahkan, dilanjutkan dengan langkah-langkah padu yang tak pasti, dan berlanjut langkah-langkah tertatih yang tak ada akhirnya.

Ada manusia yang menjalani hidup dengan sebuah keterpaksaan, hari-harinya dipenuhi dengan menyesali keberadaan dirinya. Selalu saja yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Setidaknya orang ini memiliki hasrat untuk terus menerus mencari kebaikan dirinya, terus menggali apa yang sebenarnya harus dia lakukan pada hidupnya. Hal ini tidaklah sangat gampang. Setiap Prosesnya memerlukan gaya (usaha) yang variatif dan  fleksibel terhadap setiap keadaan. Setiap laku dari sebuah proses, memiliki beragam liku dalam usaha-usahanya. Kadang hanya membutuhkan beberapa tetes peluh, tak sedikit juga yang harus menyumbangkan tetes-tetes air mata. Tak Hanya kerja cerdas yang mungkin akan meminimalisir sebuah kecerobohan, namun diperlukan kerja cantik untuk memastikan semua semesta menerima proses dari usaha-usaha itu.

Usaha-usaha itu bukanlah upaya yang menghabiskan masa, mungkin masa itu yang memang harus dihabiskan dengan usaha-usaha yang terlihat sia-sia. Seperti halnya tanaman yang mengejar sebuah lubang kecil di dalam kotak tertutup, meskipun awalnya sang tanaman ada di titik terendahnya dalam kehidupan, setidaknya ia sedang mengejar sebuah titik terang, titik kebangkitan dimana dia dapat tumbuh lebih kuat dan memberikan dirinya untuk dunia.

Afghan Azka Falah

Seorang  Mahasiswa Ilmu Hayat yang sedang menggeluti aktivisme dan sedang mengejar intelektualisme. Bercita-cita menjadi lelaki yang bertanggung jawa

Relawan MCCC PP Muhammadiyah
Ketua Korkom IMM UGM 2020

SHARE
Previous articleKok Kotak Semua?
Next articlePandemi Jembatan Karya
Pimpinan cabang IMM Bulaksumur Karangmalang mewadahi kader IMM di UGM UNY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here