#KultumVirtual | Kisah Fulan Memilih Alim/Kaya, Menuntut Ilmu/Saudagar

0
412
©Sholeh Ade Cahyadi / IMM BSKM
©Sholeh Ade Cahyadi / IMM BSKM

Kisah si fulan dari negeri hamedong selesai mengabdi menjadi pasukan kerajaan ingin pergi merantau meninggalkan sanak sudara untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Suatu hari ia tanpa pamit kepada ayah ibunya pergi di dinihari dengan meninggalkan pesan kepada mamanya, saya pergi jauh untuk mencari penghidupan lebih baik. Sudah jadi tradisi di negeri hamedong seorang pemuda pergi untuk mencari penghidupan yang lebih baik, mandiri dari bantuan orang tua. Mamanya menjerit-jerit mencari kalang kabut ketika pagi tidak mendapatkan anaknya lagi.

Si Fulan merantau ke negeri Sepingan, memulai dari kuli angkut pelabuhan dan bekerja pada pamannya. Paman yang ia temukan di kapal pada saat perjalanan. Fulan bertekad segera dapat menjadi mandiri dan punya usaha sendiri. Ia mulai mempelajari pola pengiriman kain-kain dan mencoba untuk membeli sedikit kain untuk dijual. Pada perjalanan ia merintis usaha tak sedikit pahit yang ia rasakan. Makan seadannya, kadang tidak makan, namun berkat kegigihannya Fulan dapat menjadi sukses. Ia dapat membeli toko dan mendirikan usaha penjualan kain.

Alkisah Pada suatu hari Fulan pergi jogging menemukan seorang pria tua yang sedang berjualan pisang goreng sembari mengaji. Fulan merasakan nikmatnya pisang goreng Pak Tua yang bernama haji sabar. Haji sabar adalah seorang yang sangat sederhana, ia mendapatkan hadiah haji oleh seorang jamaah masjid di kampungnya 5 tahun lalu. Karena setia menjadi imam selama 18 tahun.

Fulan menyukai rasa pisang goreng haji sabar, dan berlangganan pisang goreng tersebut setiap jogging satu minggu setidaknya dua kali. Fulan selalu menyempatkan diri mampir di tenda biru milik haji sabar.

Suatu hari Fulan mendapatkan tenda haji sabar berganti penjual, tampak anak muda yang gagah sedang melayani pembeli yang antri. Fulan tidak mendapatkan haji sabar sedang berjualan. Ia mampir dan menanyakan dimana haji sabar. Ternyata ia mendapatkan anaknya yang mengantikan sementara berjualan sebelum akan digantikan oleh pekerja yang sedang dicari. Ayahnya sedang ingin beristirahat dan ingin fokus untuk mulai mengurus masjid.

Fulan menanyakan aktivitas sehari-hari putra haji sabar. Dapatlah ia cerita bahwa putra haji sabar bekerja pada sebuah perusahaan minyak ontatel dan sedang berlibur sehingga berkesempatan untuk mengantikan ayahnya. Roojak putra haji sabar bercerita bahwa perdagangan minyak dunia sedang turun, sebenarnya ia beruntung masih dipertahankan ontatel namun ia tetap memilih keluar dari pekerjaannya di Ontatel. Saat ini ia merintis sebuah panti asuhan dan pondok pesantren di pedalaman negeri Sepingan.

Fulan heran dengan pilihan anak muda itu, ia lalu bertanya hai anak muda mengapa kau memilih untuk tidak bekerja di perusahaan yang sangat besar dan mudah mendapatkan harta. Roojak menjawab bahwa bekerja di Ontatel memang sangat menggiurkan karena mendapatkan gaji 1/10 harga rumah tipe 60 setiap bulannya. Namun ia tidak menemukan hati yang nyaman, baginya adalah ketidak adanya manfaat untuk banyak orang.

Roojak bertanya pada fulan, bagaimana menurut anda pola hidup saya ketika harus bekerja disana dan menghabiskan banyak waktu di offshore lepas pantai? Bagi saya bekerja disana sama saja, saya juga akan mengeluarkan pengeluaran pribadi yang besar karena mengikuti gaya hidup lingkungan di sekitar saya. Pernahkah anda melihat pegawai ontatel mengggunakan mobil keri? Karyawan ontatel minimal memiliki mobil merci karena gengsi.

Fulan memahami pilihan anak muda tersebut. Lalu ia bertanya, lalu bagaimana nanti kau bisa hidup nak sedangkan kau punya istri?. Roojak menjawab bahwa rahmat Allah akan memberikan kami penghidupan selama kita berusaha. Soal pengeluaran saya bisa mengatur sesuai dengan pendapatan yang saya dapatkan. Fulan menanyakan lagi kenapa anda tidak memilih usaha saja seperti saya, malah membuat panti asuhan dan tidak mengabdikan diri dahulu menjadi pengusaha. Roojak menimpali, saya tahu dari ayah saya bahwa anda memiliki toko terbesar dan pabrik textil di negeri ini, lalu apa yang anda kerjakan sekarang?

Fulan menjawab saya sudah mulai tidak berjualan dan menjalankan aktivitas bisnisnya. Ia mencari aktivitas lain seperti olahraga dan mengurus cucu di rumah. Ia juga menyampaikan bahwa ia berkeinginan untuk membuat panti asuhan seperti gagasan roojak.

Roojak tersenyum bahwa tujuan Bapak sama dengan saya kan akhirnya. Lalu mengapa Bapak sedang merintis sekarang ujar roojak.

Fulan menyampaikan bahwa sudah sejak lama ia masuk islam sebenarnya. Namun ia tidak dapat beribadah secara terang-terangan karena tidak mau diketahui oleh saudara satu suku asalnya yaitu negeri hamedong. Persaudaraan antar suku hamedong sangat kuat sehingga ia mendapatkan pinjaman lancar untuk modal usahanya. Ia tidak mampu meyakinkan diri ketika ia berubah keyakinan akan tetap mendapatkan pinjaman dan kemudahan relasi bisnis. Ia pun tidak mempunyai pilihan untuk melakukan aksi sosial yang besar seperti yang sekarang ia fikirkan karena tidak bebas berbuat.

Roojak termenung, bahwa ia menyadari persaudaraan suku hamedong adalah modal mereka mengembangkan usahanya. Dan ia terkejut mendengarkan pengakuan Pak fulan. Ia lalu menyadari bahwa ada pilihan seseorang untuk menjadi Alim saja dengan terus Menuntut Imu atau mengabdikan hidup dengan beribadah kepada Allah. Ada juga pilihan seseorang untuk menjadi kaya dengan berusaha dan menjadi saudagar dengan modal relasi. Serta adapula pilihan untuk menjadi keduannya yang pada akhirnya menggugah semangat Roojak untuk merintis media sosial facemuslim. Ia Berharap dapat menyadarkan bahwa persaudaraan antar muslim adalah penting untuk membangun kekuatan bisnis.

HIKMAH Kisah Fulan

Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Al-Hujurat:10)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkandalam Keadaan beragama Islam.dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu(masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamutelah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imron 102 : 103)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” ( Ali Imran[3]: 118)

Dari ayat-ayat diatas maka kita dapat mengetahui bahwa pentingnya sebuah persaudaraan. Persudaraan akan memberikan kemudahan kita dalam melakukan usaha. Sedangkan kita juga bisa memilih untuk hanya mengabdikan diri kita kepada Allah dengan hidup ala kadarnya. Yang terpenting adalah tujuan akhirnya dapat mencapai surga Allah dan nikmat akherat kelak. Ada sahabat Nabi yang Kaya raya, nabi pun kaya raya karena menjadi saudagar, namun ada pula sahabat nabi juga terdapat yang tidak kaya, namun karena amalannya mereka dapat mendapatkan jaminan surga.

Balikpapan, 08062017

Miftachul Umam
Dulu aktif di IMM UGM UNY, Senat UGM dan Sekarang Masih Bekerja di PT Telkom Indonesia
Sedang merintis platform socioprenuer beastudy.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here