#KultumVirtual | Ramadhan di Negeri Formosa

0
409
©Sholeh Ade Cahyadi / IMM BSKM

Oleh Sarah Rizky Wulaningrum*

Assalamu’alaikum wr.wb.

Hallo seluruh pembaca setia #kultumvirtual dimanapun berada. Semoga dimanapun kita berpijak sekarang ini, senantiasa berlimpah keberkahan dari Allah SWT ya, aamiin

Pada #kultumvirtual kali ini, saya akan berbagi kisah mengenai Ramadhan pertama saya serta serba-serbi kehidupan pelajar muslim di negeri Formosa. Eits, dimana sih negeri Formosa itu? Formosa adalah sebutan untuk negara yang terkenal dengan drama lawasnya: Meteor Garden, yaitu Taiwan.

Taiwan yang memiliki slogan The Hearth of Asia merupakan negara minoritas muslim. Meski demikian, saya merasa Taiwan sangat ramah dengan kami para muslim. Seperti di kampus tempat saya belajar, pihak fakultas maupun universitas dengan tangan terbuka memberikan fasilitas prayer room. Dan yang lebih mengesankan lagi adalah ketika saya mendapati dosen yang juga sangat welcome untuk urusan ibadah. Pernah saya mengambil suatu mata kuliah, dan pada jam pelajaran tersebut, professor selalu break disaat jam solat (waktu ashar), sembari mengingatkan saya untuk segera solat, Subhanallah.

Nah, untuk prayer room utama yang diberikan oleh pihak universitas, ini masih terbilang baru. Awal tahun 2017 lalu kami mulai mendapatkannya. Kami pun menyebutnya sebagai Mushola Pusat. Di sinilah pusat kegiatan-kegiatan keislaman selain solat wajib kami lakukan, baik berupa kajian, belajar bahasa Arab, Al Kahfian, diskusi, dll. Meskipun pelajar Indonesia yang mendominasi karena jumlahnya yang banyak, pelajar muslim dari negara lain seperti Mesir, Maroko, India, Pakistan, maupun Perancis juga turut meramaikan kegiatan-kegiatan yang diadakan di Mushola Pusat.

Dua kegiatan rutin yang menjadi primadona di Mushola Pusat adalah kajian NCUMC –sebutan untuk kajian rutin Jumat malam— dan Shining Fajr –solat subuh berjamaah dilanjutkan sarapan pagi bersama–. Mungkin terdengar berlebihan ya, hanya solat subuh berjamaah saja sampai dibuat acara khusus. Tapi, memang berat dan menantang subuh berjamaah di Mushola Pusat. Kenapa? Karena pertama dicetuskan program ini adalah saat winter. Meski suhu di sini tidak sampai minus, tapi dinginnya winter di NCU plus angin kencangnya membuat kami lebih nyaman meringkuk di balik selimut. Dan hanya dengan rahmat dan hidayahNya-lah, kaki-kaki ini digerakkan menembus dinginnya fajar, berjalan dari asrama maupun apartemen yang lumayan jauh, untuk melaksanakan subuh berjamaah. Setelah jamaah subuh, dilanjutkan kuliah subuh dengan materi yang in syaa Allah mencharge keimanan dan ketaqwaan. Kemudian dilanjut sarapan bersama dan cuci-cuci piringnya –bagian ini yang juga menantang, karena dingin!–.

Mengenai makanan hallal di Taiwan, memang terbatas, pun kalo ada, jarang sekali yang berlabel hallal. Sehingga prioritasnya adalah makanan yang berlabel vegetarian atau susu telur, nah PR nya adalah menghafal karakter China label-label tersebut. Namun, Alhamdulillah sekali, meski terbatas, begitu banyak kemudahan untuk memperoleh makanan hallal karena ada beberapa Buruh Migran Indonesia di Taiwan yang membuka usaha catering hallal. Sehingga selain menu vegetarian yang ada di dekat kampus, kami masih bisa menikmati rendang, bakso, ayam krispi, dan menu lainnya yang pasti kehallalannya.

Itulah secuil kisah kami, pelajar muslim di Taiwan. Adapun kisah Ramadhannya adalah sebagai berikut. Simak sampai selesai ya pembaca setia #kultumvirtual 😉

Ini adalah Ramadhan pertama saya di negeri Formosa. Ramadhan kali ini, meski jauh di rantau, namun kegiatan-kegiatannya begitu mengobati kerinduan akan momentum Ramadhan bersama keluarga dan Ramadhan di Jogja. Hangatnya suasana keakraban saat sahur dan buka bersama di Mushola Pusat selaksa pengobat rindu pada keluarga. Aksi berburu takjil seperti di Jogja dulu pun Alhamdulillah masih bisa dilakukan disini, karena selama satu bulan penuh National Central University Muslim Club (NCUMC) menyelenggarakan iftar bersama.

Pada awal dibentuknya panitia Ramadhan, kami tidak berekspektasi tinggi mengenai buka bersama. Kami hanya menargetkan bisa menyelenggarakan iftar saat weekend saja. Setelah mengkalkulasi estimasi dananya, dua bulan sebelum Ramadhan kami sudah menshare mengenai informasi tersebut, dengan harapan target sederhana kami –yang nyatanya perlu biaya cukup besar– ini bisa terpenuhi dari sisi finansial terlebih dahulu. Subhanallahnya, sepekan sebelum Ramadhan, sudah terkumpul uang sejumlah estimasi awal dari para donatur –yang mayoritas adalah pelajar–. Kemudian hingga hari ini, terkumpul dana yang jauh melebihi ekspektasi kami. Sehingga dengan ijinNya, NCUMC in syaa Allah bisa menyelenggarakan iftar bersama sebulan penuh.

Dari terselenggaranya iftar bersama ini, saya merasakan betapa teman-teman yang saya temui disini begitu bersemangat berlomba-lomba dalam kebaikan. Baik dalam menginfakkan harta mereka maupun dengan tenaga mereka: untuk menyiapkan ekstra tempat di luar Mushola Pusat untuk berbuka dan solat, menyiapkan takjil, juga sesekali masak untuk sahur maupun buka bersama.

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan megumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Al Baqarah: 148)

Semangat berbagi dan melayani dari, untuk, dan oleh pelajar muslim di sini sangat mengesankan, meski di tengah-tengah kesibukan riset maupun tugas kuliah yang luar biasa padatnya. Semua berusaha berlomba-lomba memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan.

“Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia.” (Q.S. Al Hadid: 11)

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakannya bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 261)

“Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari wajah Allah. Dan apapun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (diragukan).” (Q.S. Al Baqarah: 272)

Setelah buka bersama, solat tarawih dan witir juga dilaksanakan di Mushola Pusat. Nah, pulang tarawih, saatnya tadarus Al Qur’an bersama kawan-kawan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Taiwan secara online, yang kemudian dilanjutkan kultum online. Pembaca setia #kultumvirtual bisa loh menyimak tadarus dan kultum onlinenya melalui Radio Surya Formosa, silahkan buka www.suryaformosa.com yaaa 😉

Sekian cerita mengenai kehidupan pelajar muslim di Taiwan dan pengalaman Ramadhan pertama saya di Formosa.

Semoga bermanfaat! Fastabiqul Khairat!

Penulis sedang menempuh pendidikan Master Student Graduate Institute of Biophysics, National Central University, Taiwan. Pernah merasakan manisnya berIMM bersama PK IMM AL Khawarizmi UGM dan PC IMM BSKM. Sekarang turut menggembirakan dakwah Muhammadiyah di Taiwan bersama PCI Muhammadiyah dan PCI ‘Aisyiyah Taiwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here