Madrasah Zoema Zaimat: Pondok Diploma Muhammadiyah

0
320

 

Madrasah Zoema Zaimat dikhususkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka upaya mencetak calon-calon mubaligh yang handal lagi cakap keilmuan keislaman

Semua mungkin bisa memahami bahwasannya Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bisa dikatakan identik dengan yang namanya Pendidikan. Konsekuensi logis sebagai sebuah organisasi modern yang mengemban cita-cita mulia bagi kelangsungan hidup umat Islam di Indonesia adalah dengan mendirikan lembaga pendidikan Muhammadiyah. Meskipun pada awalnya Muhammadiyah sebenarnya bukan merupakan gerakan yang mebasiskan diri pada pendidikan, akan tetapi hubungan Muhammadiyah dengan dunia pendidikan terasa sangat unik dan spesial karena dengan pendidikan lah gerakan Muhammadiyah menjadi menonjol dan begitu melekat pada Muhammadiyah.

Muhammadiyah dalam usahanya memajukan pendidikan berupaya untuk memajukan ajaran Islam yang murni dan ide-de pembaruan Islam yang bertumpu pada Al-Qur’an dan Sunnah. Salah satu upaya adalah mendirikan sebuah sekolah mengalami pekembangan yang pesat sejak awal berdirinya tahun 1912, dimulai dari pengajaran sederhana yang diinisiasi oleh K.H. Ahmad Dahlan di Langgar Kidul miliknya yang nantinya bertransformasi menjadi Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (1913) yang menggabungkan  ajaran Islam dan pengetahuan umum secara bersama-sama dalam rangka memberikan pendidikan moral bagi para siswa.

Al Qismu Al Arqa merupakan ijtihad pertama dari Muhammadiyah sebagai upaya dalam mensukseskan pengajaran pendidikan di sekolah Muhammadiyah, Al Qismu Al Arqa ini sendiri merupakan sebuah sekolah Keguruan yang dikhususkan guna mencetak calon-calon guru agama yang nantinya akan ditempatkan mengajar di berbagai sekolah cabang Muhammadiyah yang pada saat itu sudah sangat banyak tersebar di seluruh wilayah Yogyakarta. Al Qismu Alrqa sendiri merupakan jawaban dari keterbatasan jumlah guru yang mengajar di sekolah-sekolah Muhammadiyah sehingga perannya semakin penting. Nantinya sekolah ini akan bertransformasi medan berganti nama menjadi sebuah sekolah kader persyarikatan terkenal yang kita kenal saat ini dengan nama Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah. Dalam masa yang sama dengan berdirinya Muhammadiyah pada masa itu juga memiliki sebuah sekolah lanjutan bagi tiap murid yang sudah dinyatakan lulus dari Madrasah Muallimin yaitu Madrasah Zoema Zaimat.

Menurut Dyah Kumalasari dalam penelitannya yang berjudul ” PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF TOKOH MUHAMMADIYAH’’ Lihat disini . Madrasah Zoema Zaimat adalah sebuah lembaga pendidikan yang bersistem pondok yang diselenggarakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki tingkatan di atas Muallimin dan Mu’allimat atau setingkat dengan Diploma. Tujuan dari didirikannnya madrasah ini adalah untuk mendidik pemuda dan pemudi Islam agar dapat memiliki pemahaman dan kecakapan sebagai seorang pemimpin, penasehat juga sebagai sumber ilmu dan perilaku keutamaan Islam pada umumnya. Madrasah Zoema Zaimat didirikan di Yogyakarta dan didirikan bersamaan dengan eksis nya Madrasah Muallimin sekitar tahun 1920-an, akan tetapi penulis tidak dapat menemukan tahun pasti kapan didirikan. Muhammadiyah yang selama ini identik dengan sistem sekolah berbasis jenjang dengan mengadopsi konsep dari sekolah-sekolah Belanda kemudian tetap mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang menganut sistem klasikal Usaha Muhammadiyah dalam mendirikan Madrasah Zoema Zaimat berbasis pondok/Internaat  memilik maksud “ Segala cita cita dalam mewujudkan seorang calon pemimpin Islam yang alim dan luas ilmunya dapat dicapai dan diusahakan apabila murid bertempat tinggal bersama di dalam pondok bersama dengan guru-gurunya serta madrasahnya (Madrasah Moehammadijah 1939:5) .

Madrasah ini bertujuan agar dapat mencetak dan mendidik murid supaya dapat memahami dan menguasai dengan cakap perihal ilmu agama Islam dan mengamalknanya dan dipersiapkan menjadi pemimpin amal usaha Muhammadiyah kelak. Adapun Garis pengajaran yang diterapkan di Madrasah Zoema Zaimat adalah menjadikan Al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman dalam pendidikan bagi setiap santri didiknya agar dapat menjadi seorang yang alim lagi dapat menguasai pengajaran Islam sebagai bekal kelak nantinya menjadi seorang pemimpin bagi umat Islam dan pengajaran nya disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing santri (baik laki-laki maupun perempuan). Dalam istilah penyebutannya santri laki-laki disebut sebagai bakal pemimpin laki-laki dan murid perempuan disebut sebagai ‘bakal pemimpin isteri’;. Para santri diajarkan di madrasah ini menggunakan bahasa arab sebagai pengantarnya. Selain diajarkan ilmu agama, para murid madrasah juga diajarkan bagaimana mereka diberikan pemahaman terkait hidup sebagai bekal dalam menghadapi kehidupan sebagai orang yang merdeka seperti mereka diajarkan bagaimana bertani dan juga berternak, diajarkan juga bagaimana berdagang yang baik, serta juga diberikan pelatihan yang mengasah kerajinan tangan dan para murid juga diharuskan untuk memenuhi segala kebutuhannya sendiri secara mandiri seperti mencuci pakaian sendiri, membersihkan dan menyapu bilik dan sebagainya. Selain itu, di dalam Madrasah juga disediakan berbagai macam fasilitas penunjang pendidikan seperti pengadaan perpustakaan madrasah dan pembacaan koran pagi dan juga diperdengarkan siaran radio yang telah ditentukan oleh pihak madrasah dan disesuaikan dengan kebutuhnan

Madrasah Zoema Zaimat pada masa itu juga sudah mulai melakukan pendisiplinan seragam yang telah ditentukan bahwa setiap murid dari Madrasah wajib untuk berpakaian lengkap dan juga ditanamkan bahwa berpakaian bagus dan rapi itu wajib dilakukan sebagaimana muballigh yang tertib saat berdakwah. Adapun persyaratan diterima sebagai murid di Madrasah Zoema Zaimaat adalah calon murid dapat menulis dengan huruf arab, khatam Al-Qur’an, setidaknya calon murid sudah lulus dari Volksschool (Sekolah Rakyat/Setingkat SD), atau tamatan Vervolgschool, dan berusia minimal 13 tahun dan maksimal 16 tahun untuk kelas 1 Madrasah dan bagi setiap calon peserta didik yang berasal dari luar Yogyakarta diwajibkan untuk bertempat tinggal di dalam Pondok /Internaat selama masa pendidikan.

Madrasah Zoema Zaimat dikhususkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka upaya mencetak calon-calon mubaligh yang handal lagi cakap keilmuan keislaman agar supaya kelak di masa depan dapat menjadi calon mubaligh Islam juga sekaligus menjadi contoh bagaimana Muhammadiyah memandang dengan serius perihal tentang bagaimana keberlangsungan akan kemajuan umat Islam di masa yang akan dating. Salah satu peran terbesarnya adalah bagaimana sebuah lembaga pendidikan menjadi usaha yang sangat penting dan vital sebagai pembenihan dan pembibitan bukan hanya bagi Muhammadiyah atau umat Islam khususnya tapi juga untuk kemajuan Indonesia di masa depan

Artikel ini dimuat dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020

Aulia Fathurrahman Darwis

Ketua Umum PC IMM BSKM 2019-2020, Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here