Matahari Melintas Tepat di Atas Ka’bah : Saatnya Cek Arah Kiblat

0
32

“Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan Matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu.” (Q.S. Al-Furqon : 45)

Ternyata ada hubungan antara Ka’bah sebagai arah kiblat dalam shalat dengan pergerakan Matahari. Posisi lintang Ka’bah adalah 21 derajat 25 menit busur dan 22 detik busur Lintang Utara (LU) atau 21,42278 derajat. Sementara itu, deklinasi matahari sepanjang satu tahun berubah secara periodik, berkisar dari sekitar minus 23,5 derajat hingga 23,5 derajat. Ternyata lintang Ka’bah berada di dalam rentang deklinasi matahari. Dalam setahun ada dua kali peristiwa di mana deklinasi matahari sama atau mendekati nilai lintang Ka’bah tersebut. Maka, saat itu Matahari akan tepat atau hampir tepat di atas Ka’bah. Bayangan setiap benda pasti akan menuju ke Ka’bah, sehingga arah kiblat dengan tepat ditentukan saat Matahari tepat di atas Ka’bah (Anugraha, 2012).

Nilai deklinasi matahari dari hari ke hari bahkan dari jam ke jam selama satu tahun terus berubah, namun dari tahun ke tahun relatif sama. Nilai deklinasi Matahari yang mendekati Lintang Ka’bah terjadi pada tanggal 28 Mei dan 16 Juli. Namun, untuk tahun Kabisat seperti tahun 2016 dan tahun 2020 tanggalnya dimajukan satu hari menjadi 27 Mei dan 15 Juli.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melalui Edukasi Sains Antariksa menginformasikan bahwa tahun ini, Kulminasi Agung Ka’bah terjadi pada hari Rabu, 27 Mei 2020 pukul 16.18 Waktu Indonesia Batat bertepatan dengan 4 Syawwal 1441 Hijriah. Sedangkan Kulminasi Agung Ka’bah kedua terjadi pada hari Rabu, 15 Juli 2020 pukul 16.27 Waktu Indonesia Barat bertepatan dengan 24 Zulqa’dah 1441 Hijriah.

Matahari berada di atas Ka’bah pada tanggal 27 Mei / 28 Mei pukul 12.18 waktu lokal Ka’bah, dan tanggal 15 Juli /16 Juli 12.27 waktu lokal Ka’bah. Karena antara waktu Indonesia bagian Barat dengan Ka’bah berselisih 4 jam, maka waktunya menjadi 27 Mei / 28 Mei pukul 16.18 WIB dan 15 Juli /16 Juli pukul 16.27 WIB.

Pengamatan dalam rentang satu-dua hari sebelum dan sesudah tanggal tersebut masih cukup akurat untuk menentukan arah kiblat, karena Equation of Time hanya berubah sekitar 11-15 detik saja (Anugraha, 2012). Jadi, pengamatan pada tahun 2020 bisa pula dilakukan dalam rentang waktu 25-29 Mei sekitar pukul 16.18 WIB atau 13-17 Juli pukul 16.27 WIB, meskipun tentu saja yang paling akurat adalah 27 Mei dan 15 Juli untuk tahun Kabisat.

Cara Mengetahui Arah Kiblat

Menentukan arah kiblat menggunakan Kulminasi Agung ini terbilang amat mudah dan pastinya murah. Dan perlu diketahui pula bahwasanya hasilnya pun juga akurat, bahkan lebih akurat dibanding jika kita memakai alat bantu seperti halnya kompas dikarenakan kompas dipengaruhi oleh medan magnet alami maupun buatan sehingga dapat memengaruhi keakuratan pengukuran (Pangerang, 2020).

Anugraha (2012) dalam buku Mekanika Benda Langit menyampaikan bahwa cara untuk mengetahui arah kiblat dengan menggunakan fenomena Matahari di atas Ka’bah, yaitu :

  1. Cocokkan waktu dengan waktu standar.
  2. Pancangkan benda tipis seperti tongkat tegak lurus ( 90 derajat dari permukaan tanah) di lantai/di tanah.
  3. Lakukan pengukuran pada saat yang tepat. Maka bayangan tongkat tersebut menunjukkan arah kiblat, atau dengan kata lain, arah kiblat sama dengan menghadap ke arah matahari saat itu.

Catatan : Metode ini hanya dapat dilakukan pada hari cerah di mana Matahari tidak terhalangi oleh awan gelap. Waktu yang digunakan dapat merujuk ke http://jam.bmkg.go.id atau http://time.is

Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman http://edukasi.sains.lapan.go.id/ Ada beberapa wilayah di Indonesia yang tidak dapat memanfaatkan fenomena ini untuk meluruskan arah kiblat diantaranya: Sebagian Provinsi Maluku mulai dari Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (kini Kabupaten Kepulauan Tanimbar), Kabupaten Maluku Tenggara (kini Kabupaten Kepulauan Kei), Kota Tual, Kabupaten Maluku Barat Daya (minus Pulau Wetar) dan Kabupaten Kepulauan Aru, ditambah dengan Propinsi Papua Barat serta Propinsi Papua.

Kesembilan wilayah ini dapat meluruskan arah kiblat ketika Matahari berada di titik balik atau Nadir Ka’bah (disebut juga sebagai Antipoda Ka’bah) yakni pada 29 November pukul 0.09 Waktu Saudi atau 6.09 Waktu Indonesia Timur, serta 14 Januari pukul 0.30 Waktu Saudi atau 6.30 Waktu Indonesia Timur.

ditulis oleh Nurul Mujtahidah (Sekretaris Umum PC IMM BSKM)

Referensi :

Anugraha, R., 2012, Mekanika Benda Langit, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pangerang, 2020, Fenomena Matahari di Atas Ka’bah, Yuk Luruskan Kiblat Anda! dalam http://edukasi.sains.lapan.go.id/index.php/welcome/statis/kabah diakses pada 28 Mei 2020.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here