Menjadi Manusia Yang Baik

0
153

Oleh : Sigit Wibowo*

Menjadi manusia yang mukhsin (baik) adalah dambaan setiap umat manusia. Pada dasarnya manusia di dunia ini yang meninginkan mereka menjadi orang yang baik dan tidak sedikipun manusia di dunia ini yang menginginkan dirinya jadi manusia yang tidak baik, oleh karena sebab lingkungan rumah/keluarga, dan pergaulan yang kurang baik, bisa jadi manusia akan terpengaruh dengan hal-hal yang tidak baik.

Banyak manusia yang pada dasarnya merugikan diri sendiri diri sendiri akan tetapi mereka tidak menyadarinya, mereka terlalu malas untuk menjemput hidayah Allah dan lebih suka megumbar hawa dan nafsu. Mereka dengan pongah, mengatakan bahwasanya “hidup saya masih panjang” dan “saya bahagia bisa melakukan perbuatan ini, setidaknya itulah yang sering saya dengar dari perkataan beberapa kawan yang sering melakukannya. Hawa nafsu yang sudah di atas ubun-ubun akan mengahalangi pentu hidayah seseorang, sehingga tidak heran mereka akan spontan membantah bagi mereka yang berusaha unutk mengingatkan mereka. Memang dalam hal ini kita tidak berhak merubah seseorang, karena hal itu adalah hak periogratif dari Allah dan manusia hanya di suruh untuk saling mengingatkan.

Untuk menjadi manusia yang baik, tentu itu bukan suatu perkara yang mudah namun juga tidak sulit apabila, kita mau berusaha. Tentu kita dengar para tokoh-tokoh pergerakan muslim di dunia, di mereka menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Allah. Dengan menyerahkan segenap kehidupanya kepada Allah secara otomatis apapun yang mereka kerjakan adalah sepenuhnya di ikhlaskan untuk Allah semata.

Dalam hal ini saya teringat kepada Pimpinan Muhammadiyah terlama, KH AR Fachrudin, yang mana dengan kesederhanaanya, dia bisa memimpin muhammadiyah dalam mengarungi segala tantangan dan hambatan-hambatan yang datang silih berganti. Namun begitu biarpun hambatan datang silih berganti, akhirnya muhammadiyah bisa melaluinya, dan masih tetap eksis hingga sekarang.
Secara umum untuk menjadi manusia yang baik adalah dengan menjadi muslim yang sebenar-benarnya. Khusunya bagi pelajar muslim sangat penting kiranya, mempelajari ilmu yang sifatnya fardhu ain (ilmu-llmu agama) dan yang sifatnya adalah fardhu kifayah. Ilmu fardhu ain pada dasarnya setiap pelajar muslim harus dan wajib belajar tentangnya, karena ilmu tersebut merupakan pondasi dari ilmu-ilmu selanjutnya yang sifatnya fardhu kifayah. Dengan herarki ilmu pengetahuan yang demikian diharapkan tidak ada para ilmuwan muslim yang menyalahkan ilmu yang dimilikinya dan pada akhirnya menyebabkan kerusakan untuk umat manusia.
Dalam islam ada pembagian tingkat, sebagai berikut: 1) Islam yang secara umum adalah menyerahkan segala perkara kepada Allah, dan ada sebagian penjelasan lainya adalah pasrah bertauhid kepada-NYA, taat membebaskan diri dari syirik dan pengikutnya. 2) iman, dapat di artikan membenarkan disertai percaya dengan amanah, dan penjelasan yang lain adalah : pernyataan dalam keyakinan hati dan perbuatan dengan anggota badan. 3) ihsan, dapat diartikan sebagai berbuat kebaikan, yaitu segala suatu yang menyenangkan dan terpuji. Dan kata-kata ihsan mempunyai dua sisi yaitu : (1) Berbuat baik dengan sesame manusia, (2) memperbaiki perbuatanya dan menyempurnakannya . Syaikh Ibnu Taimiyah berkata bahwa : bahwa iksan itu mengandung kesempurnaan yang ikhlas kepada Allah dan dimanifestasikan dalam perbuatan yang di cintai oleh Allah .

Kiat-kiat yang dapat kita ambil untuk menjadi orang yang baik adalah sebagai berikut:
1. Pembersihan hati, untuk menjadi seorang yang baik pembersihan hati dari fikiran dan menumbar hawa dan nafsu (terlalu memburu tujuan-tujuan keduniawian) mutlak diperlukan untuk umat islam (khusunya pelajar). Menurut AL Ghazali yang dikuatkan oleh Ikhwan Al Shafa menekankan bahwa membersihkan hati adalah tugas pertama yang dilakukan oleh para penuntut ilmu, sehingga ilmu yang didapatkan akan bermanfaat bagi uamat manusia, dan jauh dari sifat-sifat kerusakan. Dalam hal ini kita sebagai umat muslim kita mempunyai pedoman hidup yaitu Al Qur”an dan hadist, dengan itu maka kita diharapkan akan tetap melalui koridor-koridor yang tidak menyalahi ajaran Islam .
2. Berusaha untuk memperbaiki diri, seperti yang telah disebutkan di atas, memperbaiki diri dengan perbuatan-perbuatan yang baik dan menyempurnakannya sangat penting, karena tanpa adanya stimulus dari dalam diri untuk berusaha lebih baik, maka nasehat dan pelajaran-pelajaran yang didapatkan dari guru akan sia-sia.
3. Menciptakan lingungan yang mendukung, lingkungan sering kali memberikan pengaruh yang kuat kepada individu, oleh karena itu hendaknya kita mencari lingkungan yang baik, dan jauh dari kegiatan-kegiatan yang berbau maksiat, contoh yang mudah bagi para mahasiswa adalah: sebaiknya mencari Kost-kostan yang dekat dengan masjid.
4. Memperluas pergaulan, dunia yang begitu luas sangat dianjurkan kepada setiap muslim untuk mengetahuinya. Dengan itu kita dapat mengetahui bagai mana kondisi-kondisi di sekeliling kita dan kesenangan atau kesusahan apa yang dialami oleh saudara kita di lain tempat.

*Penulis, Alumni IMM Komisariat UNY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here