Merawat Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

0
247

Kita sudah tahu sejak zaman SD kalau manusia itu adalah makhluk  sosial yang saling terhubung dan saling melengkapi satu sama lain. Tapi kita juga tidak pernah membayangkan kalau suatu hari akan menghadapi keadaan seperti ini. Keadaan di mana acara rame-rame menjadi terlarang, sholat yang disunnahkan berjamaah di masjid sekarang dianjurkan di rumah, kuliah yang pindah ke rumah masing-masing,  bahkan salaman dan pelukan kepada keluarga tercinta menjadi hal yang sangat tabuh, terutama yang baru  pulang dari tanah perantauan seberang yang sudah terpapar pandemi Covid-19. Sekarang kita berjauh-jauhan, kayak hubunganku dengannya yang memang sudah jauh sebelum pandemi ini datang. Keluar rumah begitu menjadi sangat menakutkan, sebab tidak tahu virus itu di mana dan apakah akan menyerang kita atau tidak. Ini adalah masa yang berat bagi kita semua dan kita tidak tahu kapan pastinya pandemi ini akan berakhir. Semua itu menjadi kesatuan yang cukup rumit bagi kebanyakan dari kita.  Oleh karena itu, kita harus punya mekanisme untuk mengatur kecemasan dalam diri kita agar tidak berlebihan selama pandemi ini berlangsung.

Saya ingin berbagi beberapa tips sebagai ikhtiar saya untuk tetap aman terkendali selama menghadapi pandemi ini. Ohiya sebelumnya perlu kita ingat baik-baik bahwa sebaik-baik penolong adalah Allah subhanahu wa ta’ala. Manusia hanya bisa berdoa dan berusaha dengan sebaik-baiknya 🙂 . Pertama, beraktivitaslah seperti biasa. Bedanya kita menjalankan semua rutinitas yang dulu kita lakukan di luar rumah sekarang jadi #diRumahAja. Kuliah di rumah, mengerjakan tugas kuliah di rumah, mengerjakan skripsweet di rumah, rapat online dari rumah, ikut kajian dari rumah, organisasian pun dari rumah. Waw, ternyata kita tidak gabut-gabut banget yak. Hmmmm tapi kondisi rumah tentulah berbeda dengan  kondisi di luar sana saat pandemi ini belum datang, kita harus mengatur beberapa hal agar mood kita tetap bagus selama berutinitas #diRumahAja. Nah, salah satu cara saya menjaga mood belajar, mengerjakan tugas, uts online ataupun skripsweet adalah dengan tetap berpakaian rapi di jam-jam kuliah layaknya di kampus. Setidaknya dengan pakaian rapi yang sudah saya setrika saya jadi mikir sejuta kali untuk merebahkan diri di kasur pun di lantai. Sama satu lagi nih saya menyiapkan meja belajar serapi dan senyaman yang saya suka, supaya selalu senang berhadapan dengan laptop.

Kedua, mencoba hal baru. Meski sudah mengerjakan tugas online dan lain-lain nyatanya ada aja waktu yang kosong, bingung mau ngapain. Itu mungkin adalah waktu yang  biasanya dulu kita gunakan di luar tapi tidak kita pakai sekarang. Apa contohnya? waktu perjalanan dari rumah/kost/asrama ke tempat kuliah ataupun waktu-waktu kita dalam perjalanan ke tempat lainnya. Terus meski  kita sering mengikuti kajian online ataupun rapat online masih ada aja waktu yang sisa. Lah mau ngapain lagi dong kak?  Kalau kita merasa waktu kita sisa-sisa, karena tidak mungkin juga kita mengerjakan skripsweet full sehari semalam sampai suntuk lupa makan lupa minum. Coba sekarang kita ingat-ingat apa hal-hal yang jarang kita lakukan saat dulu sibuk di luar kos/rumah. Coba lihat baju kotor? Kalau dulu kita sering menumpuk baju kotor sekarang kita bisa jadi rajin mencuci baju. Coba lihat rak buku? Kayaknya banyak buku yang belum kita baca sampai selesai. Coba lihat dapur? Kayaknya kita bisa eksperimen nih bikin masakan, siapa tahu kan setelah pandemi ini berakhir kita jadi koki handal penuh kreasi kayak di Tipi Tipi. Hmm, terus apa lagi ya? Ohiya bagi kalian yang ingin menambah hafalan Quran bisa memanfaatkan momen #diRumahAja untuk lebih dekat dengan Al-Quran, biar hatinya adem dan lebih tercerahkan, hiyaaaak.

Ketiga, olahraga dan menjaga kebersihan diri. Bagi kalian yang punya halaman di depan atau belakang rumah bisa tuh dimanfaatkan untuk olahraga lari-lari atau kalau yang masih stay di kos yang luasnya tidak bisa untuk lari-larian kalian bisa coba olahraga senam. Olahraga perlu banget supaya badan tidak pegal atau encok karena kelamaan duduk depan laptop. Ohiya jangan lupa jaga kebersihan diri yaa. Sebelum pandemi ini datang pun kita memang sudah diperintahkan untuk selalu menjaga kebersihan, nah sekarang berarti kita harus terapkan bener-bener. Stay safe yaa..

Keempat, jaga komunikasi dengan orang tua. Berbahagialah kalian yang bisa pulang ke rumah orang tua. Tolong dimanfaatkan betul-betul kesempatan berbakti kepada orang tuanya, nggih. Bahagiakanlah mereka dengan hal-hal yang sederhana yang bisa kalian lakukan. Misalnya, membantu ibu memasak, menanam di sekitar rumah, bersih-bersih rumah sampai kinclong tertata rapi sekali, bercerita ria dan lain sebagainya. Nah, bagi kalian yang memilih tetap stay di perantauan dengan berbagai pertimbangan mohon juga untuk tetap berbahagia, jangan bersedih ya nak. Kami tahu kalian pasti punya alasan kuat. Kami yakin kalian akan kuat. Yang penting jaga komunikasi sama orang tua, video call bisa jadi cara mengobati rindu rumah. Kalau kalian merasa tidak enak badan (read : sakit) berkabar ya, tidak bermaksud membuat khawatir orang tua tapi setidaknya agar orang tua tahu keadaan kalian dan bisa memberikan arahan kepada kalian apa-apa aja yang perlu kalian lakukan. Tolong berikan kontak ibu kost/ibu asrama/temen sebelah kosmu yg masih sama-sama stay di perantauan ke orang tua supaya kalau suatu saat orang tua bingung mencari kalian karena kalian tidak bisa dihubungi, -kuota habis misalnya atau ketiduran lama bet-  orang tua tercinta bisa menghubungi mereka yang kalian kasih nomernya.

Kelima, bijak menanggapi berita. Oke, mau tidak mau, waktu untuk bersama hape menjadi lebih banyak, biasanya kita sedikit-sedikit akan melihat hape, mengecek ada info terbaru apa nih. Nah, nah, nah… karena sering megang hape kita jadi sering juga terpapar berbagai berita, terutama terkait Covid-19. Baiknya kita memang mengikuti perkembangan terkait ini agar kita bisa memahami situasi dan tahu bagaimana harus bersikap. Tapi, terkadang antar satu berita dengan berita lainnya terdapat ketidaksesuaian. Misalnya, ada berita yang mengatakan kos A penghuninya positif Covid-19 terus tiba-tiba ada klarifikasi dari yang tertuduh kalau mereka baik-baik saja. Pernah ada juga berita pemerintah daerah X yang melarang mudik setelah tanggal Y bulan Z pas dikonfirmasi ke pihak bersangkutan dengan tegas mengatakan tidak mengeluarkan surat tersebut. Huuuft, berita-berita seperti ini membuat kita geger dan berpikir macam-macam. Kita harus bijak menanggapi berita, memastikan apakah berita itu disiarkan secara resmi dan bertanggungjawab atau hanya forward dari satu nomer ke nomer lainnya yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Sebelum kita tahu kebenaran suatu berita sebaiknya kita tidak ikut menyebarkan agar tidak menambah kepanikan dan beban pikiran orang lain.

Keenam, berbagi kebaikan. Salah dua cara agar kita bisa terhubung dengan manusia lain saat ini adalah melalui media sosial. Loh salah satunya apa kak? Doa. Berdoalah kepada Allah agar selalu menautkan hati hamba-hambaNya. Mari kita mendoakan saudara-saudara kita yang positif Covid-19 agar segera diberi kesembuhan oleh Allah dan yang meninggal semoga diberikan tempat terbaik oleh Allah. Mari kita berbagi pesan-pesan kebaikan dan berbagi semangat kepada teman-teman dan orang-orang di luar sana. Memanfaatkan media sosial dengan konten-konten positif untuk meredakan kepanikan menghadapi pandemi ini. Jika ada kelebihan rezeki kita juga bisa ikut donasi untuk penanganan Covid-19. Saat ini banyak lembaga yang menyediakan wadah untuk donasi, yang paling dekat dengan kita misalnya melalui Lazismu Depok atau bisa juga lembaga lainnya yang mudah kita jangkau dari rumah. Mari selalu berdoa kepada Allah semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan semoga kita bisa mengambil hikmah dari apa yang terjadi hari ini.

Badai ini akan berlalu teman-teman. Sekarang kita sedang berjuang untuk menghentikannya.  Kita harus tetap tenang dan tidak boleh cemas berlebihan. Stay safe ya teman-teman IMMawan dan IMMawati sekalian. Semoga Allah memberikan kita kesempatan bertemu kembali  dalam keadaan sehat 🙂

#DiRumahAja
#IMMawatiPunyaCerita

-Nurul Mujtahidah-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here