Peringatan Hari Guru Internasional

1
131

Oleh: Muhammad Faris Milzam

Foto: http://www.padang-today.com
Sebuah artikel yang ditebitkan oleh media massa kompas 6 Oktober 2010, sungguh menarik untuk kita diskusikan, artikel yang berisikan tentang peran utama seorang guru. Guru sebagai seorang pendidik sudah tentu harus mempunyai karakter yang mumpuni, berkapasitas tinggi serta berpandangan luas karena guru mempunyai tugas menyiapkan generasi penerus bangsa yang bertanngung jawab. Apalagi di era globalisasi saat ini setidaknya mereka mempunyai tiga tugas besar pertama menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan, kedua memberikan pemahaman mengenai sebuah perdamaian global, ketiga memberikan pengetahuan tentang spirit keberagaman.

Pendidikan kewarganegaraan yang diberikan oleh guru sejak sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) ini perlu dipertanyakan kembali, lihat saja masih banyak aksi-aksi tawuran pelajar di kota-kota besar maupun di desa, dan hampir di setiap sekolah mempunyai kelompok geng dengan tujuan untuk menyerang sekolah lain yang dianggap sebagai musuh. maka dalam hal ini UNESCO, UNICEF, serta UNDP menyerukan agar para guru mampu membekali muridnya dengan berbagai ilmu pengetahuan serta karakter yang baik sebagai siswa, lebuh dari itu guru juga harus mampu berperan membangun bangsa yang mencita-citakan generasi cinta damai dan hidup harmonis sebab banyak anak-anak yang trauma akibat melihat kekerasan ekstrem. seperti yang dikutip kompas

Hari Guru Internasional yang jatuh pada hari Selasa, 5 Oktober 2010 memberikan sebuah refleksi akan seruan dunia yang mengharapkan kepada guru untuk memberikan perdamaian. Ketua Umum Federasi Guru independen Indonesia Bapak Suparman Menyampaikan bahwa perlunya seorang guru untuk memulihkan kondisi sosial masyarakat dengan mengkampenyakan penghentian kekerasan dan konflik. mulai dari yang kecil misal di lingkungan sekolah bagaimana seorang guru memberikan pemahaman mengenai pentingnya perdamaian di dalam keberagaman walaupun terdapan perbedaan ras, etnis, maupun agama.

pentingnya pendidikan multikultural yang perlu disampaikan kepada siswa, melihat sejarahnya bahwa kala itu dunia barat masih sangat kental dengan diskriminasi, mulai dari diskriminasi gender, diskriminasi ras, warna kulit hingga diskriminasi agama. maka banyak ahli pendidikan yang mencetuskan ide pendidikan multikultural dalam rangka untuk menghapuskan segala diskriminasi serta memberikan rasa nyaman kepada semua manusia. diakui bahwa semua manusia mencintai sebuah perdamaian.

apabilai kita mengelaborasi lebih jauh kasus diskriminasi gender kita bisa ambil lebih jauh mengenai kasus Elizabeth Blackell (1821-1910), doker amerika pertama harus menghadapi cemoohan dan dikeluarkan secrara paksa oleh mahasiswa sekelasnya, yang mana mahasiswa sekelasnya adalah laki-laki. lalu kasus Magareth Ann Bulkley, dokter wanita inggris pertama harus berpura-pura menjadi sosok lelaki James Barry agar diijinkan belajar dan praktek sebagai ahli ibadah.

mudah-mudahan di hari peringatan guru sedunia ini para guru dapat memberikan bekal berharga bagi para muridnya, dalam rangka menyiapkan generasi intelektual yang mencintai perdamaian.

Mahasiswa Pend. Akuntansi Internasional,
Universitas Negeri Yogyakarta

1 COMMENT

  1. Pendidikan multikultural?? Hmm…
    Kupikir film Denzel Washington “Remember The Titan” jadi contoh yang ideal bagaimana kesadaran multikultural butuh perjuangan keras untuk ditegakkan, bahkan di Amerika sekalipun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here