Pesan Hati Milad IMM BSKM 13 | Aku, IMM, dan Google Maps

0
198

pesan hati karya
Arina Nursafrina Rahmatina dari PK Ibnu Al Khawarizmi UGM

Masih ingat hari itu tepat satu hari sebelum hari raya idul adha 1437 Hijriah. Hari dimana aku mendapatkan sebuah pelajaran berharga yang tidak pernah aku dapatkan di bangku kuliah. Masih teringat dalam benakku saat itu aku bertolak dari Sleman menuju Kulon Progo dengan mengendarai sebuah motor. Walau perjalanan ini dimulai dari sini, bukan berarti aku berasal dari kota sembada ini. Aku hanyalah seorang perantau dari ujung timur Jawa yang sedang menimba ilmu di sini. Tepatnya di salah satu puskesmas yang menjadi tempat yang berkesan bagi diriku.

Setelah menyelesaikan kewajibanku sebagai mahasiswa di puskesmas itu, aku pun bertolak ke Kulon Progo. Pada hari itu ada dua acara yang harus aku hadiri. Alhamdulillah keduanya bertempat di kota yang memiliki semboyan Binagun ini, tapi sayangnya aku tak tahu di mana tepatnya kedua acara itu berlangsung. Berhubung ini perjalanan pertamaku ke kota itu, akhirnya aku memutuskan untuk mengandalkan kekuatan ajaib sang Google Maps. ku mulai menggerakkan jari-jariku, menulis tempat yang aku tuju. Alhamdulillah tempat pertama telah kutemukan walau dengan sedikit rintangan, rintangan yang sama yang akan aku hadapi dalam perjalanan menuju Kokap Kulon Progo.

Oke. Setelah menyelesaikan urusanku di tempat itu, aku pun melanjutkan perjalananku menuju Kokap. Tempat di mana bakti sosial IMM UGM berlangsung. Tidak berbeda jauh dengan tempat pertama, aku pun memanfaatkan aplikasi di HP ku. Alhamdulilah lagi-lagi Allah memberikan petunjuknya lewat Google Maps, aku pun langsung tancap gas.

Satu jam pertama di perjalanan perasaan tenang masih menyelimutiku. Tetapi ketika dihadapkan dengan jalanan yang berkelok nan sepi, sawah-sawah yang hijau, serta pepohonan di kanan dan kiri aku pun mulai khawatir. Apa lagi ketika lambang sinyal mulai hilang dari layar HP ku, semakin membuat ku seperti menjadi orang hilang di tanah orang. Mengadapi kenyataan yang demikian, aku memberanikan diri untuk terus melanjutkan perjalananku. Karena tak ada gunanya jika aku putar balik balik ke Yogyakarta.

Setelah bertanya-tanya pada penduduk setempat aku pun memulai perjalananku kembali. Tetapi pemandangan yang kuhadapi tetap sama hanya jalanan setapak berliku nan sepi serta pepohonan di kanan kiri. “Ya Allah apa benar ini jalannya?” Batinku. Melihat jalanan yang begitu “menggugah hati” Sempat aku berfikir apakah benar aku ini berada di DIY. Bagaimana jika aku jatuh ke jurang di bawah sana. Bagaimana jika aku tak bisa menemukan jalan kembali. Dan bagaimana bisa seorang wanita seperti ku nekad pergi sendiri ke tempat yang belum pernah aku kunjungi. Sungguh lebai sekali. Tapi itulah kurang lebih yang kurasakan saat itu.

Aku pun melanjutkan perjalanan tanpa ragu. Entah dari mana rasa yakin itu datang menghampiriku. Walau senja mulai tampak, walau warna jingga mulai mengiasi langit-Nya yang biru, Walau hanya kesendirian yang menemaniku. Semua itu tidak sedikitpun merubah keyakinanku. Aku pun bertanya lagi, lagi, dan lagi. Entah berapa kali aku bertanya di sini. Tapi ku tak peduli. Yang aku tahu hanya perasaan yakin bahwa aku akan menemukan tempat itu.

Akhirnya setelah ku melewati perjalanan yang begitu panjang aku pun menemukan tempat yang dituju. Hatiku mulai tenang saat melihat seorang wanita menyambutku di depan pintu. Dipersilahkannya aku pergi kedapur untuk berbuka puasa. Ahhh iya bahkan aku sendiri lupa jika aku sedang berpuasa. Tapi aku sadar akhirnya perjalananku seharian itu tidak sia-sia.

Biarkan kisah ini hanya Allah dan segelintir orang yang tahu. Karena yang terpenting bukanlah kisahnya tetapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Dari kisah ini dapat diambil hikmah bahwa selalu yakinlah atas apa yang kamu perbuat. Rintangan dan cobaan hanya sedikit bumbu untuk menggapai apa yang kamu inginkan. Tanpa sebuah rintangan apa yang kamu gapai tidak semanis apa yang kamu rasakan saat ini. Tetap yakin dengan apa yang kamu perbuat selama hal itu merupakan hal yang benar. walau itu terlihat aneh, walau itu berbeda. Tapi ingat kamu tidak sendiri. Ada Allah yang selalu menemani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here