Tanggung jawab kita kepada Universitas Ramadhan

0
153

 

Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat didambakan oleh semua umat muslim diseluruh penjuru Bumi, setiap jiwa yang beriman pasti merasakan sebuah perasaan kerinduan yang amat sangat dalam ketika bulan ini pergi meninggalkannya. Terlebih lagi ketika melalui bulan ramadhan tanpa melakukan sesuatu yang dapat meningkatkan kadar kualitas keimanannya. Bulan dimana ibadah kita dinilai berkali kali lipat sebagai ganjaran bagi siapa yang melaksanakan titah sang pencipta, Allah SWT.Bulan dimana kita menjalankan salah satu rukun islam yang wajib dilakasanakan oleh setiap orang yang mengaku beriman ,yaitu menunaikan ibadah Puasa.

 

Puasa pada dasarnya mewajibkan diri kita untuk menahan makan dan minum, akan tetapi bukan sekadar lapar dan haus yang kita lakukan semata tetapi juga bagaimana di bulan ramadhana kita berusahan  untuk menundukan hawa nafsu dan tindak tanduk dan polah tingkah harian yang biasa kita lakukan dan terlebih lagi  yang bernilai buruk di mata Allah. Hal ini sebagai upaya kita dalam ikhtiar dalam menjadikan bulan ramadhan sebagai bulan evaluasi diri dan muhasabbah atas setiap tindakan dan perilaku kita selama ini.Kalau diibaratkan dari perspektif dunia perkuliahan ,

 

Semisal kita ibaratkan ,Puasa adalah seperti ketika kita menempuh sebuah jenjang perkuliahan dan berupaya dalam mendapatkan titel sarjana. Selama kita dalam menjalankan masa pendidkan,sudah pasti kita akan menghadapai yang namanya mata kuliah yang wajib diampu oleh setiap mahasiswa yang ingin menyelesaikan Sistem Kredit di tiap Semesternya. Kita diwajibkan untuk menempuh setiap mata kuliah yang telah kita pilih. Sebagai seorang mahasiswa hendaknya kita mulai diwajibkan untuk belajar mendemonstrasikan hasil belajar kita untuk mengetahui seberapa baik dan layak diri kita dalam pengusasaan ilmu yang kita telah pelajari,dan setiap proses yang dialami oleh mahasiswa tersebut dijadikan pertimbangan bagi para dosen untuk dapat menempuh jenjang terakhir dalam mempertanggungjwabkan itu semua dengan melakukan bimbingan tugas akhir dan setelah itu dilewati dengan penuh kesabaran dan ketekunan akhirnnya sampai di sebuah titik dimana kita ditempuh  ujian sidang akhir. Dosen akan menentukan siapa yang termasuk lulusan terbaik dan siapa yang hanya sekedar lulus atau malah gagal dalam ujian sama sekali.

 

Demikian halnya diri kita sekarang saat menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan, karena setelah kita diberi bekal oleh setiap dosen yang mengajar para mahasiswa nya dengan berbagai ilmu pengetahuin dan dilengkapi dengan senjata metodologi penelitian yag mempermudah kita melaksanakan tugas akhir.Sama hal nya dengan kita sebagai seorang hamba yang juga dibekali dengan bekal berbagai macam ibadah yang sudah banyak sekali kita pelajari dan kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari. Kini tibalah saatnya bagi kita untuk masuk pada tahap pengujian diri seberapa kita mampu memaksimalkan setiap bekal yang telah kita miliki sebagai seorang hamba Allah yang bertaqwa dalam mempraktekkan segala amal ibadah dan segala bentuk cobaan dan godaan. Sebagai ajang bagi kita untuk membiasakan dan mempraktekkan semua hal yang kita pelajari selama ini.

 

Makna dari Ujian itu sendiri menunjukan betapa Allah SWT amat sayang kepada kita, karena Allah mengetahui bahwa sangat banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dari  setiap ujian yang diberikan kepada kita. Sama hal nya seperti dosen penguji yang berusaha menaikan standar kita dengan setiap pertanyaan yang sulit tetapi itu menunjukan bahwa mereka peduli dengan kita dengan harapan kita bisa menjadi semakin lebih berkembang.

 

Kita menyadari manfaatnya bagi peningkatan kualitas keimanan kita dan tentu berdampak kepada peningkatan skill dan kemampuan diri hambanya. Bayangkan apabila kita dibiarkan begitu saja berleha-leha ,kita tidak akan pernah merasakan sebuah perubahan dalam diri kita. Yang pada dasarnya manusia sesungguhnya amat senang dengan adanya sebuah tantangan,akan tetapi masih banyak diantara kita yang belum bisa melihat hikmah dibalik setiap ujian yang dibebankan kepada nya.

 

Kita diberikan waktu yang sama, kesempatan yang sama,kelengkapan jasmani yang sama yang digunakan dalam berfastabiqul khairat diwaktu yang bersamaan,tempat yg sama,makanan yang sama. Akan tetapi yang menentukan sebuah keberhasilan diri kita dalam menjalankan ibadah  bulan ramadhan adalah kesungguhan yang besar dari diri kita sendiri.bahkan kita menjadi salah satu orang yang tidak memiliki rasa syukur apabila tidak dapat memaksimalkan semua privilese yang telah dianugerahi Allah kepada kita.

 

Sebuah indikator keberhasilan dari sebuah ujian tidak selalu merujuk kepada hasil akhir dari saja , akan tetapi yang dilihat adalah dampak yang bisa timbul dari ujian tersebut dan berdampak pada diri kita berbulan bulan pasca ramadhan itu tersebut berlalu. jadi kalau kita beribadah hanya bertujuan untuk menjalankan sebuah rutinitas tahunan semata,lalu setelah itu tidak berdampak apapun bagi diri kita.sungguh kita termasuk kedala orang orang yang merugi, sebab tidak ada sesuatu pelajaran positif apapun yang bisa diambil dari yang sudah  diberikan bulan ramadhan kepada kita.

 

Hanya manusia  manusia terbaik lah pada orang orang yang bisa lulus masuk kedalam jurusan taqwa kepada Allah swt dan mereguk kenikmatan iman yang luar biasa dari hasil menempa diri dari sebuah program unggulan dari Universitas Ramadhan. Apakah kita termasuk orang yang lulus dan sukses dalam meningkatkan kualitas dirin atau hanya sekedar numpang lewat dan sekedar lulus dengan sertifikat pernah menjalankan puasa ?

 

Aulia Fathurrahman Darwis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here