Urgensi Belajar Sejarah

0
37

 

 Banyak tokoh terdahulu yang sukses karena mempelajari sejarah. Pada dasarnya ketika belajar sejarah juga akan mempelajari ilmu-ilmu lain seperti politik, ekonomi, filsafat, dan lain sebagainya. Adapun tiga pilar yang tidak bisa dipisahkan dalam sejarah yaitu: (1) Politik, (2) Ekonomi, dan (3) Sosial-Pendidikan.

 

Belajar sejarah itu seperti belajar filsafat, harus punya curiosity yang tinggi. Untuk memantik rasa penasaran itu bisa menggunakan film, buku, ataupun dari diri sendiri.

 

  1. POLITIK

Perpolitikan selalu memainkan peran di setiap era. Sehingga politik menjadi salah satu pilar dalam sejarah. Contohnya ketika Isa Al Masih yang dicemburui oleh para yahudi sehingga meminta Kaisar Roma untuk menyalibnya, Hitler yang ingin menjadi kekuatan besar Eropa, jatuhnya Konstatinopel, efek G30S PKI terhadap penurunan Presiden Soekarno, semua itu tidak lepas dari peran perpolitikan yang bermain disana.

 

Seseorang yang menang (dalam perpolitikan) akan menulis sejarah dan mungkin juga menghapus sejarah orang yang kalah. Hal semacam itu tidaklah salah, karena dalam sejarah tidak ada ilmu pasti layaknya ilmu matematika, fisika, atau kimia. Sejarah ditulis menggunakan sistem riwayat dan ada banyakn riwayat yang harus di klarifikasi kebenarannya. Layaknnya ilmu mustolah hadits, harus tsiqoh atau kuat yang menyampaikan hadits tersebut.

 

  1. EKONOMI

Ekonomi berperan besar dalam pembentukan sejarah dan peradaban suatu bangsa. Ekonomi yang stabil akan cenderung menghasilkan sebuah kehidupan yang baik dan menghasilkan kebudayaan yang tinggi. Ada banyak ekonom yang juga mempelajari kebijakan-kebijakan para ahli ekonomi di masa lalu.

 

Kebijakan ekonomi setiap penguasa pun berbeda, contohnya perbedaan sistem ekonomi yang diambil Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Abu Bakar mengambil sistem sosialis—kalo kita sebut dimasa sekarang, yaitu membagikan rampasan perang dan baitul zakat atau mal rata sama besar dan sama banyak kepada seluruh penduduk muslim. Sedangkan Umar mengambil kebijakan yang bisa kita sebut agak sedikit kapitalis (istilah sekarang) yaitu dengan pembagian baitul mal dan harta ghanimah berdasarkan urutan siapa dahulu yang masuk islam, veteran perang tertua dan klasifikasi lainnya.

 

  1. SOSIAL DAN PENDIDIKAN

Sosial dan pendidikan akan maju ketika perpolitikan stabil dan ekonomi meningkat. Banyak cendekiawan muslim yang lahir pada masa kejayaan islam. Tokoh tokoh tersebut menjadi pioneer berbagai bidang dalam pengetahuan modern saat ini.

 

Dalam kehidupan sosial, masyarakat yang memiliki stabilitas politik dan ekonomi akan cenderung memiliki peradaban tinggi. Misalnya dengan adanya rumah sakit gratis bagi seluruh masyarakat .

 

PERKEMBANGAN SENI, LITERATUR dan KEMAJUAN PENGETAHUAN ISLAM

 

  1. Seni musik

 

Menurut musikolog Henry George Farmer dalam karyanya yang berjudul Historical Facts for the Arabian Musical Influence, instrumen musik alboka dan alboque (yang berarti terompet) telah digunakan oleh musisi Islam di masa kejayaan. Instrumen musik tiup itu diperkenalkan umat Islam kepada masyarakat Eropa saat pasukan Muslim dari Jazirah Arab berhasil menaklukkan Semenanjung Iberia, wilayah barat daya Eropa, yang terdiri atas Spanyol, Portugal, Andora, Gibraltar, dan sedikit wilayah Prancis. Tak mengherankan jika masyarakat Eropa yakin bahwa alboque  berasal dari Spanyol, khususnya Madrid.

 

Tak hanya itu, Maurice J. Summerfield (2003) dalam bukunya bertajuk The Classical Guitar, It’s Evolution, Players and Personalities since 1800 mengungkapkan, gitar modern merupakan turunan dari alat musik berdawai empat (oud) yang dibawa oleh masyarakat Muslim. Oud dikenal setelah Dinasti Umayyah menaklukkan Semenanjung Iberia pada abad kedelapan masehi.

 

Adapun aktor yang berperan dalam memperkenalkan gitar berdawai empat tersebut adalah Bangsa Moor  yang budayanya disebut Moorish.

 

Intrumen hurdy gurdy, yang dianggap sebagai nenek moyang alat musik piano, juga diyakini sebagai warisan peradaban Islam pada zaman kekhalifahan. Hal tersebut terungkap setelah ditemukannya risalah berjudul “Sirr al-Asrar”.  Dalam manuskrip tersebut diterangkan perihal proses kreasi dan penciptaan sebuah instrumen oleh Banu Musa bersaudara.

 

Selain instrumen, “solmisasi” dalam seni musik, juga merupakan buah pemikiran dari pemikir dan musisi ulung Muslim dari Kekhalifahan Abbasiyah, yakni Ishaq al-Mausili (wafat 850 M). Ishaq al-Mausili memberikan sumbangsih terbesarnya, yakni memperkenalkan solmisasi atau tangga nada yang mencakup do, re, mi, fa, sol, la, si, dan do’.

 

Berdasarkan data serta fakta tersebut, tak bisa ditampik bahwa peradaban Islam memiliki peran signifikan dalam perkembangan seni dan instrumen musik modern. Hal itu terutama ditunjukkan oleh para pemikir atau musisi Muslim terkait yang hidup dan berkreasi pada masa Kekhalifahan Abbasiyah.

 

  1. Seni Arsitektur

Gaya arsitektur Islam yang mencolok baru berkembang setelah kebudayaan muslim memadukannya dengan gaya arsitektur dari Roma, Mesir, Persia dan Byzantium. Contoh awal yang paling populer misalnya Dome of The Rock yang diselesaikan pada tahun 691 di Jerusalem.  Masjid Raya Samarra di Irak, selesai pada tahun 847, bangunan berciri khas dengan adanya minaret. Juga masjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki turut memengaruhi corak arsitektur Islam. Ketika Ustman merebut Istanbul dari kekaisaran Byzantium, mereka mengubah sebuah basilika menjadi masjid (sekarang museum), yang akhirnya muslim pun mengambil sebagian dari kebudayaan Byzantium kedalam kekayaan peradaban islam, misalnya penggunaan kubah.

 

Arsitektur Islam di Spanyol

Perkembangan arsitektur Islam pada masa ini dapat dilihat terutama pada arsitektur Masjid Cordoba dan Istana Granada. Masjid yang didirikan oleh Abdurrahman ad-Dakhil pada tahun 786 M ini mempunyai pola dasar bentuk masjid Arab asli dengan gaya Masjid Umayyah.

 

Istana yang didirikan di Granada terkenal dengan julukan Istana Singa, atau yang lebih terkenal dengan Alhambra. Penampilan istana ini dimulai dengan pintu gerbang yang megah, disusul pelataran yang dilengkapi dengan berbagai elemen seperti kolam dengan air mancur yang didukung oleh patung-patung singa; pintu gerbang itu terkenal dengan gerbang singa.

 

(Istana Alhambra)

 

Era Utsmaniyah

Umat Islam pada zaman Usmani menampilkan tiga bentuk masjid, yakni tipe masjid lapangan, masjid madrasah, dan masjid kubah. Hal yang baru dalam rangka perkembangan arsitektur Islam gaya Usmaniyah ini ialah munculnya perencanaan bangunan oleh seorang arsitek yang pernah belajar di Yunani bernama Sinan. Ia telah menghasilkan karya-karya dalam berbagai bentuk bangunan,. Misalnya Masjid Sultan Sulaiman di Istanbul yang merupakan buah karya arsitektur Islam pada era Utsmani.

(Masjid Sultan Sulaiman)

 

 

Arsitektur Islam di India

Arsitektur masjid India pada umumnya mengambil corak masjid lapangan, kemudian memakai lengkung-lengkung iwan, bahan-bahan yang digunakan terdiri dari batu. Hal ini sudah lama digunakan dalam membuat candi. Di Masjid Kutubuddin, misalnya, terdapat corak atap kubah dalam jumlah banyak dan mengatapi hampir semua ruangan, dan gapuranya mirip dengan bangunan candi ala India. Corak menaranya berbentuk bulat seperti pilar yang runcing pada puncaknya serta mencuat tinggi ke atas. Bentuk itu tampil pada bentuk menara yang bernama Qutub Minar yang tingginya 73 meter.

(Masjid Qutbuddin)

 

Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan merefleksikan terciptanya beberapa karya ilmiah seperti terlihat pada alam pemikiran Islam pada abad ke-8 M, yaitu gerakan penerjemahan buku peninggalan kebudayaan Yunani dan Persia. Keseriusan penerjemaahan tersebut sudah dimulai sejak masa pemerintahan Al-Makmun (813 –833 M) yang membangun sebuah lembaga khusus untuk tujuan itu, “The House of Wisdom / Bay al-Hikmah”.

 

FALL

 

Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesin-mesin dan peralatan cetak, ditambah tenaga ahli.

 

Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Di sisi lain, tradisi keilmuan kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah.

 

Langkah salah diambil Turki saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Ketika Jerman kalah, secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis.

 

Tanggal 3 Maret 1924, khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. Di sisi lain, terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk

 

Tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua pasti akan berakhir dan kembali pada Sang Maha Pemilik Waktu yakni Allah SWT. Begitupun kejayaan dari sebuah peradaban. Ia akan berakhir dimakan zaman dan meninggalkan goresan sejarah dalam lintasan panjang perjalanan umat manusia. Itulah yang terjadi pada peradaban Yunani kuno, India, Cina dan Islam.

 

TANYA JAWAB

 

Pertanyaan 1 (Qonitah Al Hafidhoh/ UGM)

Berhubung sekarang masyarakat seluruh dunia sedang dihebohkan dengan adanya pandemi virus corona, saya ingin meminta penjelasan secara detail, bagaimana pemimpin-pemimpin negara Islam terdahului menghadapi wabah semacam ini?

Dari sudut pandang ekonomi, negara kita sekarang tidak melakukan lockdown karena mengkhawatirkan masalah ekonomi, bagaimana cara pemimpin-pemimpin Islam mengatasi permasalahan ekonomi di tengah pandemi?

 

Jawaban :

Pada zaman dulu pernah ada wabah hitam di daerah Palestina. Saat itu Umar bin Khatab hendak berkunjung ke sana. Kemudian, oleh Abu Ubaidah Al-Jahrah, Gubernur Palestina, dilarang. Hal tersebut sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW dalam menghadapi wabah.

Terkait masalah ekonomi. Kalau dilihat di negara-negara yang lebih maju seperti Turki, ada yang dengan memberi bingkisan makanan ke warga-warganya. Kalau di Mesir lockdown.

Kalau di jaman dulu, umat muslim punya cadangan kayak baitulmal gitu. Kalau di negara demokrasi sekarang gimana kurang tau karena belum terjun langsung di dunia politik. Kalau zaman dahulu ada zakat wajib, zakat maal, ghanimah, etc dikumpulkan ke baitulmaal. Digunakan di saat-saat genting salah satunya ketika wabah. Ada di zaman dulu itu, namanya bimaristan sebuah Rumah Sakit dan itu gratis.

 

Pertanyaan 2 (Kamila/UIN SUKA)

Bagaimana memilih sumber dari sejarah yang relevan dan terpercaya di zaman yang mungkin terbilang banyak pemalsu dari sejarah itu sendiri?

 

Lalu tadi di jelaskan bahwa Islam juga mempengaruhi seni, dan lainnya. Nah, untuk alat musik juga Islam juga berpengaruh dalam sejarahnya, menurut Mas Pemateri, pendapat dari sebagian ulama yang mengatakan bahwa musik itu haram sementara alat musik itu sendiri sejarahnya juga berasal dari muslim itu bagaimana ?

 

Jawaban :

Pemalsu sejarah itu biasanya punya kepentingan. Maka untuk memilih sumber sejarah yang relevan, kita harus meneliti siapa yang membuat buku sejarah tersebut, dari mana beliau, apa pandangan politik beliau, dsb. Mirip-mirip dengan ilmu mustholah hadis.

 

Alat musik; ada mahzab yg bilang tidak boleh, kalau di madinah misalnya, musik itu haram. Kalau yang lebih wasati mesir, maroko, musik boleh yang penting tidak melalaikan. Kan ada pepatah juga ‘if the word is fail, the music is work’. Pada dasarnya pendapat memang banyak. Bahkan, Ustadz Adi Hidayat juga dalam memberi pendapat soal musik ini sangat berhati-hati.

 

Pertanyaan 3 (Annisa Puspitasari/ IMM saintek UM)

Mas sebenarnya ada gak sih kerajaan kerajaan di indonesia/Nusantara? Apakah hanya dari omongan omongan? Dan artefak atau candi yang ada hanya penemuan-penemuan saja? Seperti saat pembuatan prambanan yang menurut sejarahnya bekerjasama dengan jin?

 

Jawaban :

Kerajaan Indonesia itu ada. Bahkan ada yang kirim surat dari ‘Indonesia’ ke umar bin khatab untuk kasih selamat.

 

Di Indonesia sejarah tercampur-campur ada yg konspirasi ada yg kasihnya sembarangan.

 

Kalau terkait peninggalan, rena indonesia negara tropis, sehingga agak susah cari peninggalan-peninggal. Tidak seperti misalnya mesir yang udaranya kering sehingga artefak-artefak itu bisa terjaga, misalnya piramid.

 

Pertanyaan 4 (Ulul Azmi/UNY)

Tadi telah dijelaskan bahwa ada 3 pilar yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah, yakni politik, ekonomi, dan sosial-budaya.

 

Pertanyaannya, bahwa saat ini telah banyak orang-orang yang kompeten terhadap sejarah itu lalu mendeskripsikan apa yang bisa diprediksi dari sejarah itu kepada orang-orang yang mempunyai wewenang dalam perpolitikan-ekonomi-dan sosial budaya itu sendiri, oleh karena ia meyakini bahwa sejarah di masa lalu (yang menunjukkan kemunduran/kehancuran) tidak ingin terulang. Lantas, apakah belajar sejarah hanya tentang ilmu probabilitas?

 

Jawaban :

Sejarah itu ilmu probabilitas tapi kemudian menggali dari berbagai sumber yang relevan. Dengan majunya teknologi saat ini, kita bisa mengetahui sebuah alat yang bisa tahu ini berapa tahun, artefak ini berapa tahun. Jika artefaknya pas dan buku yg kita baca udh pas, jdi insyaallah jadi sebuah kepastian yang mendekati kebenaran. Tapi, ngga ada kebenaran yang pasti dalam sejarah, karena tidak seperti ilmu fisika atau kimia.

 

Dari sejarah kita bisa belajar, misalnya tentang bagaimana orang jaman dulu yg bisa menghasilkan 200 karya buku dengan hidupnya yang hanya 70 tahun.

 

Tanggapan (Afifah/IAINSKA)

Dalam buku Homo Deus, Yuval Noah Harari,  menyebutkan bahwa mempelajari sejarah bukan untuk memberitahu kita apa yang harus dipilih, tetapi paling tidak memberi opsi-opsi yang lebih banyak pada kita ketika memahami suatu peristiwa dimasa kini.

 

Pertanyaan 5 (Afkari/Magelang)

Kalau terkait sama sejarah Islam sendiri, dari paparan tadi lebih ke bagaimana peradaban Islam itu influence peradaban lain, tapi, kalo dilihat dari sejarah, sebenernya peradaban Islam itu dipengaruhi oleh peradaban apa?

Lalu apakah ada dampak dari peradaban yang mempengaruhi peradaban Islam itu terhadap hukum-hukum Islam di masa sekarang?

 

Jawaban :

Islam itu dilahirkan di Arab Saudi. Kenapa? Karena di arab masih kesukuan, jadi dia belum terpengaruh kebudayaan lain.

Dalam perkembangan selanjutnya, Peradaban Islam itu menerima perbedaan. Misalnya saat jaman Ottoman, sangat terbuka sama literatur. Al Khindi menerjemahkan buku-buku dari Yunani, Romawi, diterjemahkan atas perintah Khalifah Al- Makmun. Kemudian diterusin di zaman Harun Arrasyid jadi muncul cendekiawan muslim. Hal tersebut juga didukung dekan kestabilan politik dan ekonomi yang maju sehingga muncullah banyak cendekiawan-cendekiawan muslim.

Sehingga dalam perkembangannya peradaban Islam dipengaruhi oleh ilmu-ilmu yang dulu (arab itu sendiri, maupun kedepannya Yunani, Romawi, dsb.

 

Pertanyaan 6 (Nanin/Bogor)

Dari penjelasan kakak tadi menerangkan bahwa sejarah berkaitan erat dengan 3 bidang salah satunya perpolitikan. Dan ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa seseorang yang menang  (khusunya perpolitikan) akan menulis sejarah dan menghapus sejarah orang yang kalah. Bagaimana cara mengklarifikasi suatu kebenaran dari sejarah itu sendiri?

 

Jawaban :

Maka dalam menelaah sejarah, kita juga perlu melihat latar belakang orang yang menulis sejarah tersebut. Pandangan politik gimana, guru siapa, dsb. Dan tidak boleh fanatik buta dalam sejarah. Harus obyektif dan ngga anti kritik. Dalam menelaah harus melihat mana yang pro dan mana yang kontra, ditelaah semua.

 

Tanggapan (Afifah/ IAINSKA)

Terkait dengan bagaimana cara mengklasifikasi kebenaran sejarah, sebelumnya harus lebih dulu dipahami bahwa, sejarah atau peristiwanya itu sendiri adalah yang nyata, yang jamak adalah narasi sejarah yg kemudian ditulis atau diciptakan orang-orang di masa depan. Lagi-lagi saya ingin mengutip dari buku Harari, “Sejarah bukanlah narasi tunggal, melainkan ribuan alternatif narasi. Kapanpun kita memilih salah satu, kita juga memilih untuk membungkam yang lain”. Jadi intinya, jika kita membaca suatu tulisan sejarah yg kita rasa benar di masa sekarang belum tentu akan dinilai benar juga dimasa depan. Yang nyata hanya peristiwa sejarah itu sendiri, tafsirannya/narasinya bisa saja berbeda dari generasi ke generasi. Sekian, kurang lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan 7 (Novita/IMM UNY)

Pada sistem ekonomi yang diterapkan oleh Khalifah Abu Bakar  RA dan Umar RA itu berbeda, simpelnya kapitalis dan sosialis, lalu seperti apa ekonomi islam itu sendiri?

 

Jawaban :

Kapitalis itu kan penyebutan, yang seperti ini disebut itu, dsb. Jadi, simpelnya, kalau sistemnya seperti ini, di jaman sekarang sebutannya seperti ini. Kalau terkait sistem Ekonomi Islam itu ya sistem yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadist. Apa yg diperintahkan dan dilarang  Al-Qu’ran dan sunnah, itulah sistemnya. Kalo Abu Bakar dibagi rata soalnya blm ada penakhlukan jadi cenderung, istilahnya jaman sekarang -sosialis.  Kalo Umar udah luas wilayahnya, gitu jadi perlu ada regulasi yang ngga cuma dibagi rata

 

Pertanyaan 8 (Ibnu Hajar Arrazi/IMM Jakarta)

Tadi pemateri menyampaikan bahwa ada rumah sakit gratis, bagaimana hal itu bisa terwujud, sedangkan peralatan medis saja bisa dibilang mahal harganya, mungkin lebih mahal dari sekarang, menimbang bahwa perkembangan teknologi saat itu belum secanggih sekarang, di indonesia masih menggunakan BPJS, RSU Muhammadiyah yang tersebar dimana-mana  pun yang masih memerlukan dana, bagaimana rumahsakit gratis itu bisa terwujud pada saat itu?

 

Jawaban :

Kalo jaman dulu, karena ya perekonomiannya maju. Jangan berfikir jaman sekarang lebih maju daru jaman dulu. orang jaman dulu bisa bikin piramid, dsb. Klo jaman skrng lebih maju gitu belum tentu juga. Mungkin klo sekang kebih maju komunikasi dan tranportas, iya. Islam dulu juga peradaban yang maju dan kaya. Inggris pertama kali memiliki raja sekitar tahun 1200 sementara Islam udh semenjak 700an masehi.Orang-orang Eropa mendatangi daerah Islam untuk belajar. Bahkan ketika itu, universitas udah dibuka international. Kalau misalnya universitasnya sudah sampai seperti itu, maka sangat mungkin adanya penyelenggaraan rumah sakit gratis. Seperti Baristan di Persia.

 

Umat islam belajar obat-obatan dari Persia, trs dr Mesir juga. Cina dulu pernah lawan muslim trs kalah, tawanan cina punya pengetahuan ttg kertas, trs disuruh ngajarin umat muslim, buku-buku dicetak gitu-gitu.

 

Dan walaupun mungkin alat kedokteran ngga secanggih sekarang tapi, ilmu sangat mumpuni. Radiologi, alkohol gitu-gitu awalnya berasal dari peradaban muslim.

 

Pertanyaan 9 (Garinihasna/ UNY)

Sebagai seorang pembelajar atau pembaca sejarah, apakah ada prinsip-prinsip berpikir khusus yang harus diterapkan dalam memahami cerita sejarah (buku atau film dsb)?

 

Jawaban :

Di Buku Tarikh wal Muarrikhun disebutkan syarat sejarawan atau jadi pembaca sejarah yg ulung :

Netral, ga fanatik pada satu golongan. Dan harus mempertimbangkan dua sisi pro maupun kontra.

 

Contoh misalnya dalam film Exodus yang bercerita tentang Nabi Musa AS. Kita lihat, oh ini pembuatnya dari Barat maka filmnya merupakan versi mereka. Atau film Umar yang dari Turki, maka versinya, versi Islam, dsb.

 

Pertanyaan 10 (Nandy/Bogor)

Tadi telah dijelaskan bahwa tafsir sejarah mungkin akan berbeda dari generasi ke generasi. Bagaimana kita menentukan pegangan yang kuat akan peristiwa sejarah tersebut, mengingat bahwa peristiwa sejarah akan berulang? Terima kasih ka

 

Jawaaban :

Ada istilah sejarah itu berulang, tapi hanya esesnsinya tapi kalo waktu dan tempatnya beda. Maka dari itu, penting belajar sejarah biar kesalahan jaman dulu ngga terulang.

 

Tafsir sejarah beda-beda dan saya belum terlalu paham. Yang pasti kalau dalam agama Islam atau agama-agama yang lain, pegangannya ke kitab suci mereka, yang dianggap paling benar tiap agama masing-masing. Kalau dilihat-lihat ahli sejarah itu rata-rata ahli hadis juga. Jadi mereka tau riwayat-riwayatnya sanad, etc. Dan mereka orang-orang siqoh (jujur). Tapi, ya still punya pandangan masing-masing

 

Sebuah Rangkuman Diskusi “Urgensi Belajar Sejarah

Yang Diselenggarakan Oleh PK IMM AR Sutan Mansur UNY 2019-2020

Narasumber : Harun Rama Satsono

Notulen : Afkari Zulaiha Rahmadianinya

Penyunting : Latifah Alifiana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here